Ayah Pengebom Gereja: Anak Saya Korban

Farida Noris    •    Selasa, 30 Aug 2016 16:44 WIB
bom bunuh diri
Ayah Pengebom Gereja: Anak Saya Korban
Orangtua IAH saat berada di Mapolresta Medan, Sumut, Selasa (30/8/2016). (Metrotvnews.com/Farida Noris)

Metrotvnews.com, Medan: Makmur Hasugian menyebut IAH, 17, putranya bukanlah pelaku kejahatan teror bom di Gereja St Yosep, Jalan Dr Mansyur Medan. IAH, kata Makmur, justru menjadi korban yang dicuci otaknya oleh orang lain.

"Anak saya ini korban, bukan pelaku kejahatan. Enggak, anak saya ini korban," kata Makmur Hasugian, Selasa (30/8/2016).

Dia menyebut ada oknum tertentu yang mempengaruhi dan mencuci otak IAH. Karena itulah, IAH yang masih di bawah umur nekat melakukan tindakan ekstrem.

"Karena anak saya ini masih di bawah umur, lalu ada orang-orang tertentu mempengaruhi, mengajari, begini-begini. Kebutuhanmu kupenuhi asal kau lakukan begini, dilakukan yang begitu, apa enggak korban?," ucap Makmur yang berprofesi sebagai pengacara di Kota Medan itu.

Karena itu, Makmur mengutuk pelaku pencucian otak yang memengaruhi putranya. Dia melihat ada oknum yang memengaruhi IAH serta menjanjikannya sesuatu.

"Sekarang ini, saya betul-betul mengutuk pelaku pencucian otak dan pemberi harapan-harapan, memberi janji-janji, sehingga memengaruhi anak saya. Itu yang harus dikipas," tegasnya.

Makmur berharap aparat penegak hukum menangkap pelaku utama yang mencuci otak IAH. Sehingga nantinya tidak ada lagi anak- anak yang menjadi korban seperti yang dialami putranya.

"Harapan dari keluarga, yang paling utama bagaimana ini bisa terbantu. Siapa-siapa orang yang mencuci otak, sehingga memengaruhi anak saya ini, untuk melakukan kehendaknya melakukan kejahatan-kejahatan, sehingga orang lain nantinya bisa menjadi korban lagi," pungkas Makmur.

IAH ditangkap di Gereja St Yosep, Jalan Dr Mansyur Medan, Minggu (28/8/2016) pagi. Dia diduga ingin meledakkan bom yang dibawanya. Pemuda ini diringkus jemaat saat menyerang Pastor Albret S. Pandiangan dengan pisau.


(SAN)