BMKG Deteksi 24 Titik Panas di Riau

Antara    •    Jumat, 01 Sep 2017 11:44 WIB
kebakaran lahan dan hutan
BMKG Deteksi 24 Titik Panas di Riau
ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com. Pekanbaru: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi 24 titik panas yang mengindikasikan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau, Jumat 1 September 2017.

"Sebanyak 24 titik panas dengan 'confidence' di atas 50 persen terpantau di enam kabupaten," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Pekanbaru Slamet Riyadi.

Ia menuturkan, 24 titik panas yang terdeteksi satelit Terra dan Aqua tersebut mulai terpantau sejak Kamis 31 Agustus sore, dan terus terpantau hingga Jumat pagi 1 September.

Ke 24 titik panas itu menyebar di Kabupaten Pelalawan 10 titik, diikuti Kuantan Singingi dan Indragiri Hulu masing-masing lima titik. Selanjutnya titik panas turut terpantau di Siak dua titik serta Bengkalis dan Indragiri Hilir masing-masing satu titik.

"Dari 24 titik panas, lima diantaranya merupakan titik api dengan 'confidence' diatas 70 persen," jelas Slamet.

Titik api sebagai indikasi kuat adanya kebakaran hutan dan lahan tersebut terpantau di Pelalawan dan Kuantan Singingi masing-masing dua titik dan Indragiri Hulu satu titik.

Secara umum, Slamet menjelaskan, satelit mendeteksi sebanyak 67 titik panas di Pulau Sumatera hari ini. Selain 24 titik panas di Riau, turut terpantau 22 titik panas di Sumatera Selatan, sembilan titik di Jambi, Aceh empat titik, Sumatera Barat tiga titik, Bengkulu empat titik, serta Lampung satu titik.

Keberadaan titik-titik panas tersebut patut diwaspadai karena sebagai indikasi adanya kebakaran hutan dan lahan, yang kerap terjadi selama musim kering di sejumlah provinsi di Sumatera.

Sejak Januari 2017 lalu, Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status Siaga darurat kebakaran hutan dan lahan, yang telah diperpanjang hingga akhir November mendatang. Langkah itu untuk mengantisipasi bencana di wilayah tersebut.


(ALB)