Empat Kader Golkar Berebut Tiket Pilgub Riau

Anwar Sadat Guna    •    Selasa, 01 Aug 2017 16:18 WIB
pilkada 2018
Empat Kader Golkar Berebut Tiket Pilgub Riau
Ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Sejumlah nama bermunculan jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Riau 2018. Dari beberapa nama tersebut, Partai Golkar menyumbang empat nama bakal calon gubernur Riau 2018. 

Keempat nama bakal calon gubernur tersebut; Petahana Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman; Bupati Siak, Samsuar; Bupati Pelalawan, Muh Haris; dan Ketua DPRD Riau Septina Primawati.

"Persaingan kuat akan terjadi di tubuh Golkar. Keempatnya adalah kader terbaik. Arsyadjuliandi adalah petahana; Samsuar, Bupati Siak 2 periode; Haris, Bupati Pelalawan 2 periode; dan Septina, Ketua DPRD Riau yang juga istri mantan Gubernur Riau Rusli Zaenal," kata pengamat politik Universitas Riau (Unri) Hasanuddin saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 1 Agustus 2017.

Partai Golkar sangat mengakar di Riau. Provinsi ini merupakan lumbung suara partai beringin. Dalam beberapa kali pilgub, Golkar selalu menang. Partai ini meraih kursi terbanyak di DPRD Riau dengan perolehan 14 kursi dari total 65 kursi. 

"Hanya partai ini yang memenuhi syarat untuk mengusung calon gubernur. Partai lain harus berkoalisi untuk memenuhi persyaratan 13 kursi bila ingin mengusung calon gubernur," kata Hasanuddin.

Ketua Program Studi Ilmu Politik Pasca Sarjana Unri ini menjelaskan, dengan majunya keempat kader Golkar ini, tentu akan menjadi pilihan yang sulit bagi Golkar. 

Bila merujuk pada hasil survei yang dilakukan Indonesia Network Election Survei (INES), sambung Hasanuddin, Samsuar berada di peringkat atas dengan tingkat elektabilitas 21,3%. Disusul Haris 9,9%, Arsyadjuliandi 8,3%, dan Septina 8,2%.

"Namun perlu diketahui, tingkat elektabilitas maupun basis popularitas bukan penentu menangnya seseorang pada pilgub, tetapi lebih kepada kemampuan managemen individu dan komunikasi politik calon bagaimana supaya bisa mendapatkan dukungan penuh dari partai pengusung," paparnya. 

Selain itu, tambah Hasanuddin, peran seorang Setya Novanto juga vital dalam memutuskan kader yang akan diusung pada Pilgub 2018. 

"Dalam kondisi seperti ini (jelang Pilgub Riau), biasanya Setya Novanto meminta masukan dari Rusli Zaenal (mantan Gubernur Riau 2 periode). Keduanya cukup dekat dan sudah berteman sejak lama," ujarnya. 

Sebagai partai besar dan peraih suara terbanyak di Riau, Hasanunddin percaya Golkar akan memutuskan yang terbaik siapa kader yang akan diusung pada pilgub nanti. 

Kalaupun ada di antara kader terbaik mereka tak lolos saat diajukan ke DPP Golkar, tambah Hasanuddin, masih terbuka peluang bagi calon tersebut diusung oleh partai lain, semisal PDIP dan Demokrat yang sama-sama meraih 9 kursi di DPRD Riau. 

"PDIP adalah peraih suara terbanyak nomor dua dan Demokrat nomor tiga, disusul Gerindra 7 kursi, PAN 7 kursi, PKB 6 kursi, PPP 5 kursi, PKS 3 kursi, Nasdem 3 kursi, dan Hanura 2 kursi," jelasnya. 

Selain keempat nama bakal calon tersebut, nama bakal calon gubernur Riau lainnya yang akan maju di antaranya, Lukman Edy (anggota DPR Ri), Ahmad (Ketua DPD Demokrat Riau), Edi Tanjung (anggota DPR RI), dan beberapa nama lainnya. 


(ALB)