Warga Bengkalis Kesulitan Dapat Elpiji 3 Kg

Antara    •    Jumat, 15 Sep 2017 12:01 WIB
kelangkaan elpiji
Warga Bengkalis Kesulitan Dapat Elpiji 3 Kg
Ilustrasi Elpiji 3 Kg. Foto: MTVN/Patricia Vicka

Metrotvnews.com, Bengkalis: Sebagian besar ibu rumah tangga di Bengkalis, Riau, mengeluh karena kesulitan mendapatkan elpiji 3 kilogram. Bahkan, sejumlah pangkalan menyebut stok gas bersubsidi telah beberapa hari tak masuk.

Salah satunya Mariya, warga Desa Air Putih, Bengkalis. Dia mengaku telah berkeliling mencari elpiji 3 Kg. Karena tak pernah berhasil mendapatkan gas melon, dia beralih.

"Tidak tahu penyebabnya apa sehingga kosong. Terpaksa kembali ke minyak tanah dan kayu bakar," kata Mariya kepada Antara, Jumat 15 September 2017.

Beberapa kali ia juga terpaksa tak memasak. Karena gas kosong dan terbatasnya minyak tanah, dia memilih untuk membeli lauk untuk makan.

Dia menyebut, hanya gas subsidi yang kosong. Sedangkan, gas elpiji non-subsidi stoknya berlimpah. Namun, dia tak mungkin membeli elpiji 15 Kg atau gas non-subsidi lain.

"Kami ini masyarakat susah. Gas 3 Kg saja, berhemat kami menggunakannya," pungkasnya.

Keluhan yang sama juga dilontarkan Sutriani, ibu rumah tangga dari Damon. Dia juga mengaku kesulitan mendapatkan gas 3 Kg.

"Memang gas 3 kg susah didapat, jikapun masuk itu cepat habis di agennya. Karena susah, saya berganti ke tabung 5 Kg," Ujar Sutriani.

Stok diserbu

Sementara itu Alwi, pemilik pangkalan gas Elpiji, mengatakan, gas 3 Kg memang beberapa hari ini tidak masuk. "Sudah 4 hari gas belum masuk," katanya.

Dia mengatakan, sebelumnya di tempat agen juga sudah masuk gas 3 Kg. Namun, karena ramainya para IRT yang berebutan takut tidak kebagian gas, menyebabkan elpiji 3 Kg di agen habis.

"Karena di agen sudah habis, kami terpaksa menunggu masuk lagi, katanya akan masuk, tapi belum tahu kapan akan masuk gas 3 Kg ini," kata Alwi.

Alwi berharap ibu rumah tangga yang mampu, tak menggunakan gas 3 Kg. Sebab, gas ini diperuntukkan untuk masyarakat dengan ekonomi sulit.

"Gas 3 Kg ini kan untuk masyarakat miskin. Namun, banyak kita jumpai para IRT yang mampu, menggunakan gas 3 Kg. Ini yang sangat disayangkan. Mereka yang benar-benar tidak mampu ini kasihan," tandasnya.


(SUR)