Penjagaan di Lapas Tanjung Gusta Diperketat

Farida Noris    •    Selasa, 20 Jun 2017 17:50 WIB
tahanan kabur
Penjagaan di Lapas Tanjung Gusta Diperketat
Ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Medan: Penjagaan di Lapas Tanjung Gusta Medan diperketat usai percobaan melarikan diri empat orang napi dari blok khusus yang dibantu empat orang rekannya. Petugas di dalam Lapas Tanjung Gusta Medan juga telah lebih disiapsiagakan dalam pengamanan warga binaan. 

"Petugas Lapas telah mendapat bantuan penjagaan dan keamanan. Sebanyak sepuluh orang petugas polisi sudah dikirim kepolisian Polsek Medan Helvetia," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara, Ibnu Chuldun, Selasa 20 Juni 2017.

Dia mengatakan, kondisi Lapas Tanjung Gusta Medan sekarang ini berjalan kondusif. Dia juga telah memerintahkan anak buahnya lebih siap siaga melakukan penjagaan dan pengamanan warga binaan di Lapas Tanjung Gusta Medan pada malam hari. 

"Petugas berhasil menangkap kembali tiga dari empat napi yang melarikan diri. Tapi satu orang lagi dalam proses pencarian bersama aparat kepolisian. Sedangkan empat orang lainnya yang membantu pelarian keempat napi ini sudah dibawa ke RS Brimob Medan," jelasnya.

Sebelumnya, empat orang narapidana (napi) asal Aceh mencoba kabur dari Lapas Tanjung Gusta Medan, Selasa 20 Juni 2017. sekira pukul 03.30 WIB. Keempatnya dibantu oleh rekan mereka yang menjemput dengan menggunakan mobil. Nahas, mobil Avanza yang mereka naiki menabrak rumah warga lantaran panik dikejar petugas.

Keempat napi yang mencoba kabur tersebut yakni Hussaiini, 35, warga Indrapuri Aceh Besar yang tersangkut kasus pembunuhan dengan masa hukuman 11 penjara. Kemudian Alhadi, 30, warga Tapak Tuan Aceh Selatan, kasus pembunuhan dengan masa hukuman 10 tahun. 

Selanjutnya Rudi Rahman Bin Rasidin, 32, warga Jalan Perdagangan Aceh Selatan yang tersangkut kasus narkoba dengan vonis 8 tahun dan sudah dijalani 3 tahun penjara. Muliadi, 30, warga Aceh yang divonis 7 tahun mengalami patah kaki. 

Sedangkan rekan keempat napi yang membantu melarikan diri yakni Saparuddin, 30, warga Indrapuri Aceh Besar, Yulis, M Yusuf dan Fajar, 15.


(ALB)