BBPOM Belum Temukan Mi Mengandung Babi di Medan

Farida Noris    •    Senin, 19 Jun 2017 12:52 WIB
bpom
BBPOM Belum Temukan Mi Mengandung Babi di Medan
Kepala BBPOM Medan Yulius Sacramento Tarigan (kedua kiri) didampingi anggota melihat barang bukti bahan makanan ilegal di Medan, Sumatra Utara --Antara/Irsan Mulyadi--

Metrotvnews.com, Medan: Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan melakukan monitoring dan pengawasan terhadap produk mi asal Korea di sejumlah sarana distribusi pangan. Mi tersebut akan ditarik peredarannya karena tidak mencantumkan peringatan "mengandung babi" pada label sehingga tidak memenuhi ketentuan izin edar.

Kepala BBPOM Medan, Sacramento Tarigan mengatakan tengah menindaklanjuti instruksi Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) yang meminta agar Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia agar melakukan penarikan produk mi tersebut.

"Sedang operasi pasar sejak turunnya intruksi. Sejauh ini belum ada laporan penemuan mi asal Korea itu di Medan. Kami sudah cek di mal utama yang banyak jual produk impor. Memang banyak dijual mi merek Samyang, tapi saat ini belum terdapat produk Samyang yang bermasalah tersebut," kata Sacramento, Senin 19 Juni 2017.

Baca: Mi Instan Asal Korea Ditarik karena Mengandung Babi

Menurut Sacramento, BBPOM Medan lebih mengutamakan penyelidikan ke sejumlah sarana atau gudang yang menjadi tempat penyimpanan produk tersebut. Begitupun BBPOM Medan tetap menurunkan tim untuk melakukan pemantauan di pasar trasidional dan mal.

"Karena gudang lebih banyak dan sebagai distributor makanya kita utamakan. Kalau pasar sedikit dia tapi kita juga melakukan sidak. Kita berharap produk tersebut belum tersebar guna keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Sementara itu, Lisa Siregar, 27, warga Medan Helvetia, berharap agar produk mi tersebut tidak sempat beredar di Kota Medan. Karena itu, wanita ini meminta agar BBPOM di Medan bertindak lebih cepat untuk memberikan pelindungan kepada masyarakat.

“Seharusnya sebelum didistribusikan ke pasar harus dilakukan pemeriksaan laboratorium terlebih dahulu, apalagi ini produk luar negeri. Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran bagi BBPOM,” sambungnya.

Seperti diketahui, Balai Besar/Balai POM mengeluarkan surat tertanggal 15 Juni 2017 agar dilakukan penarikan terhadap produk mi asal Korea. Berdasarkan hasil sampling dan pengujian terhadap mie instan asal Korea, beberapa produk menunjukkan hasil positif mengandung fragmen DNA spesifik babi. Namun, tidak mencantumkan peringatan "mengandung babi" pada label.

Dalam surat itu juga disebut jenis mi yang diduga mengandung babi. Yakni, pertama, Samyang Mi Instan U-Dong, nomor pendaftaran BPOM RI ML 231509497014, importir PT Koin Bumi. Kedua, Nongshim Mi Instan (Shin Ramyun Black), ML 231509052014, importir PT Koin Bumi. Ketiga, Samyang Mi Instan Rasa Kimchi, ML 231509448014, importir PT Koin Bumi. Keempat, Ottogi Mi INstan (Yeul Ramen), ML 23150928014,importir PT Koin Bumi.

Sehubungan dengan hal tersebut Badan POM telah memerintahkan importir yang bersangkutan untuk melakukan penarikan produk dari peredaran. Kemudian pencabutan nomor izin edar karena tidak sesuai dengan ketentuan, juga public warning di laman Badan POM.

Dalam rangka mengantisipasi peredaran produknya, Balai Besar/Balai POM diminta untuk melakukan pemantauan antara lain di sarana distribusi pangan yang menjual produk termasuk diantaranya importir/distributor, toko, supermarket, hypermarket, pasar tradisional atau sarana yang sering melakukan pelanggaran. 


(ALB)