Warga Belitung Timur Kesulitan Mendapatkan BBM

Rendy Ferdiansyah    •    Rabu, 19 Jul 2017 11:32 WIB
banjir bandang
Warga Belitung Timur Kesulitan Mendapatkan BBM
Kondisi jalan yang tergerus akibat banjir yang melanda Belitung Timur, Bangka Beltiung, Minggu 16 Juli 2017 -- MI/Rendy Ferdiansyah

Metrotvnews.com, Belitung: Banjir di Belitung dan Belitung Timur mulai surut. Warga yang sudah kembali ke kediaman masing-masing kesilutan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).

"Bensin tidak ada, di warung semua kosong. Kita kesulitan mendapatkan bensin. Saya sudah cari ke mana-mana," kata Lina, warga Desa Lintang, Kecamatan Simpang Renggiang, Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Rabu 19 Juli 2017.

Lina berharap, pemerintah dapat membantu ketersediaan bensin di desa-desa terdampak banjir. Sehingga, kebutuhan BBM terpenuhi dan warga dapat kembali beraktivitas menggunakan kendaraan mereka.

"Mudah-mudahan pemerintah dapat segera memasok bensin," ujar Lina.

(Baca: Cuaca Ekstrem Sebabkan Banjir Belitung dan Belitung Timur)

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan saat meninjau lokasi banjir meminta warga bersabar. Pemerintah saat ini terus berupaya membantu masyarakat mencukupi kebutuhan, termasuk BBM.

"Saya sudah hubungi Pertamina untuk membantu mengirim BBM. Inshaa Allah Kamis (20 Juli 2017) sudah ada pasokan," pungkas Erzaldi.

Sebelumnya, hujan deras yang turun beberapa hari menyebabkan banjir besar merendam Belitung dan Belitung Timur sejak Minggu 16 Juli 2017. Belasan kecamatan terendam banjir hingga 2 meter, sejumlah akses jalan pun terputus.

(Baca: Korban Banjir Belitung Timur Butuh Perlengkapan Sekolah)

Tingginya curah hujan juga bertambah parah dengan kerusakan lingkungan di Belitung dan Belitung Timur. Berdasarkan hasil kajian BNPB, air hujan di wilayah Belitung biasanya mengalir sebagai aliran permukaan (run off) dan menggerus permukaan.

Kandungan biji timah dan kaolin banyak ditemukan di daerah endapan batuan granit, sehingga daerah sekitar sungai banyak dimanfaatkan sebagai usaha pertambangan.

Banyaknya usaha pertambangan ini yang tidak didukung dengan upaya perbaikan lingkungan yang banyak menyebabkan terjadinya kerusakan ekosistem lingkungan. Sungai menjadi dangkal dan daya tampung berkurang. Hujan lebat dapat langsung menyebabkan banjir.

 


(NIN)