14 TKI Ilegal dari Malaysia Ditangkap di Karimun

Anwar Sadat Guna    •    Selasa, 16 May 2017 15:51 WIB
tki illegal
14 TKI Ilegal dari Malaysia Ditangkap di Karimun
Tim WFQR IV mengamankan 14 TKI ilegal dari Malaysia, di perairan Tanjungbalai Karimun.

Metrotvnews.com, Batam: Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) IV Satgas Barelang-17 menangkap kapal boat pancung yang membawa 14 tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal dari Malaysia. Saat ditangkap, ke-14 TKI itu sembunyi dalam terpal untuk menghindari razia petugas. 

Komandan Lantamal IV Kolonel Laut (P) R Eko Suyatno mengungkapkan, kapal cepat itu ditangkap pada posisi 01° 02' 821" U - 103° 26' 117" T di perairan Tanjungbalai Karimun. 

"Kapal ditangkap dalam operasi bersama yang dilakukan WFQR IV Satgas Barelang-7 dengan WFQR Tanjungbalai Karimun, pada Sabtu, pekan lalu," ungkap Eko, Selasa, 16 Mei 2017. 

Operasi itu telah mengamankan kapal boat bermesin 40 PK yang mengangkut 14 TKI. Petugas juga menangkap nakhoda berinisial A, 44, dan ABK berinisial B, 33. Keduanya merupakan warga Kabupaten Karimun. 

Penangkapan kapal, kata Eko, berawal saat tim charli WFQR IV dan tim WFQR Lanal Karimun yang sedang melakukan operasi di perairan Tanjungbalai Karimun. 

“Tim gabungan yang diturunkan telah mencium pergerakan boat yang mengangkut TKI berkat laporan masyarakat. Setelah dilakukan pengejaran, Tim WFQR berhasil mencegat kapal tersebut dan langsung melakukan pemeriksaan," ujarnya. 

Saat petugas memeriksa muatan kapal, ditemukan 14 TKI ilegal berjejal tidur ditutupi terpal berwarna hijau. "Mereka bersembunyi untuk menghindar pantauan petugas," kata Eko.

Hasil pemeriksaan sementara, ke-14 TKI tersebut berangkat dari Pontian, Malaysia, tujuan Tanjung Sebatak Leho, Karimun. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Teluk Umah Karimun ,Cianjur, Sindang (Jawa Barat), Palembang, Jambi, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Nakhoda dan ABK Kapal Positif Narkoba

Eko menjelaskan, jelang Ramadan banyak kegiatan ilegal seperti itu dilakukan oleh orang tidak bertanggung jawab membawa mereka memulangkan TKI secara ilegal ke Indonesia.

"Sindikat sepertinya tidak pernah kehabisan akal. Hal ini terkadang menuai petaka kecelakaan di laut karena kelebihan penumpang ataupun penyebab lain akibat cuaca buruk. Hal ini sudah berulangkali terjadi di wilayah Kepri, bahkan menelan puluhan koban," jelasnya.

Guna pemeriksaan lebih lanjut, sambung Eko, 14 TKI dan 1 tekong (nakhoda) dan 1 ABK dibawa ke Lanal Tanjungbalai Karimun untuk dilakukan tes urine oleh tim Kesehatan Lanal Tanjungbalai Karimun.

"Dari hasil pemeriksaan urine, tekong dan ABK positif menggunakan narkoba jenis sabu dan ekstasi, sedangkan 14 orang TKI dinyatakan negatif, tidak menggunakan narkoba," ujarnya.

Untuk penyelidikan lebih lanjut, hingga saat ini ke-14 TKI, tekong dan 1 ABK masih diamankan di Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tanjung Balai Karimun guna proses hukum lebih lanjut. 



(ALB)