Enam Orang di Sumut Meninggal Akibat Rabies

Farida Noris    •    Senin, 21 Aug 2017 15:30 WIB
kesehatan
Enam Orang di Sumut Meninggal Akibat Rabies
Penanggungjawab Program Rabies Dinas Kesehatan Sumut Afriani -- MTVN/Farida Noris

Metrotvnews.com, Medan: Sebanyak 2.721 kasus gigitan anjing terjadi di Sumatera Utara pada Januari-Juli 2017. Dari jumlah itu, enam orang meninggal akibat terinfeksi rabies.

"Kasus gigitan anjing gila di Sumut tergolong tinggi. Sepanjang 2016 saja tercatat ada 3.881 kasus dan sembilan orang di antaranya meninggal," kata Penanggungjawab Program Rabies Dinas Kesehatan Sumut Afriani di Medan, Senin 21 Agustus 2017.

Afriani menjelaskan, kabupaten/kota di Sumut yang paling banyak kasus gigitan anjing, antara lain Simalungun dengan 574 kasus, Dairi 272 kasus, Tapanuli Utara 230 kasus, Humbang Hasundutan 201 kasus, dan Samosir 181 kasus.

"Rabies bisa ditularkan anjing, kucing, dan kera. Tapi, rata-rata atau berkisar 95 persen rabies ditularkan oleh anjing. Ada juga anjing peliharaan dan anjing liar," terangnya.

Menurut Afriani, rabies atau biasa disebut penyakit anjing gila adalah sejenis penyakit yang cukup mematikan yang menyerang otak dan sistem saraf. Penyakit ini digolongkan sebagai penyakit mematikan yang harus ditangani dengan cepat.

Rabies disebabkan oleh virus lyssaviruses. Virus ini ditularkan ke manusia melalui hewan yang sebelumnya telah terjangkit penyakit ini.

"Seseorang dapat terjangkit rabies jika air liur dari hewan yang menderita rabies masuk ke tubuhnya melalui gigitan maupun cakaran. Pada beberapa kasus, seseorang bisa terjangkit rabies karena luka di tubuhnya terjilat oleh hewan yang terinfeksi," bebernya.


(NIN)