Setelah Disdukcapil, Polda Kepri Bidik Pelaku Pungli di Instansi Lain

Anwar Sadat Guna    •    Selasa, 18 Oct 2016 20:10 WIB
pungutan liar
Setelah Disdukcapil, Polda Kepri Bidik Pelaku Pungli di Instansi Lain
Ilustrasi. Foto: Antara/Lucky R.

Metrotvnews.com, Batam: Tim Satgas Merah Putih Polda Kepri tak akan berhenti pada kasus pungutan liar (pungli) di Kantor Disdukcapil Batam. Tim juga membidik lembaga dan instansi lain di wilayah Kepulauan Riau yang rawan pungli.

"Kami tak hanya fokus di Disdukcapil, tapi juga memantau aktivitas pelayanan publik di lembaga atau instansi lain," kata Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian kepada Metrotvnews.com, Selasa (18/10/2016).

Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Tim Satgas Polda Kepri di Disdukcapil Batam, kata Sam, adalah bukti keseriusan jajarannya membongkar pungli yang dilakukan aparatur pemerintah. Mulai dari tingkat bawah hingga level atasan. 

"Operasi kami tak hanya berhenti di dua oknum pejabat Disdukcapil Batam yang tertangkap pungli, tetapi di semua lini pelayanan masyarakat, termasuk di internal kepolisian," tegasnya. 

"Semua titik dan lokasi pelayanan publik masuk dalam radar kami," tambahnya. 

Sam mengatakan tiga oknum pegawai Disdukcapil Batam yang tertangkap OTT kasus pungli saat ini ditangani penyidik Ditreskrimsus Polda Kepri. Mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka. 

Saat ditanya apakah ada dugaan keterlibatan Kepala Disdukcapil Batam dalam kasus tersebut, dia mengatakan masih masih didalami.

Tiga pegawai Disdukcapil Batam yang tertangkap OTT adalah Kabid Catatan Sipil Disdukcapil Batam, Jamaris; Kasi Perpindahan Penduduk Disdukcapil Batam, Nasibah; dan staf Bidang Catatan Sipil, Irwanto. 

Dalam kasus ini, Tim Satgas Polda Kepri menyita uang Rp5.284.000. Uang tersebut ditemukan di meja ketiga tersangka.



(UWA)