BPBD Akui Sulit Evakuasi Penambang Emas Terjebak Longsor di Jambi

Solmi    •    Rabu, 26 Oct 2016 16:50 WIB
longsor
BPBD Akui Sulit Evakuasi Penambang Emas Terjebak Longsor di Jambi
Tim evakuasi dan keluarga di mulut lubang tambang emas ilegal di Jambi, MI - Solmi

Metrotvnews.com, Jambi: Tim gabungan kesulitan mengevakuasi sebelas warga terjebak longsor di tambang emas tanpa izin di Kabupaten Merangin, Jambi. Pasalnya, korban berada di lubang yang penuh air dan puluhan meter di bawah sungai.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jambi, Arif Munandar, mengaku sulit mengevakuasi korban. Saat ini, para korban terjebak di bawah permukaan Sungai Batang Merangin.

"Kedalamannya bisa mencapai lima puluh meter. Karena hujan dan rembesan air sungai lobang tambang saat tim datang dipenuhi air bercampur lumpur. Tim masih bekerja keras menguras air dengan mesin penyedot," kata Arif di Jambi, Rabu (26/10/2016).

Kapolres Merangin AKBP Munggaran Kartayuga mengatakan tim belum memasuki lubang tambang. Sementara para korban berada pada kedalaman 30 hingga 50 meter.

Sebelas penambang emas ilegal itu terjebak di bawah tanah sejak Senin petang 24 Oktober. Lokasi kejadian jauh dari pusat Desa Simpang Parit, Kecamatan Renah Pembarap. 

Untuk menuju lokasi, tim penyelamat harus menempuh jalur sungai. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki selama empat jam.

Namun hingga kini, tim beranggotakan SAR, BPBD, TNI, dan Polri hanya dapat mencapai mulut tambang. Tim harus menunggu air kering untuk mengevakuasi korban.

Peristiwa ini bukan kali pertama. Peristiwa serupa terjadi pada 12 April 2016 di lokasi yang sama.

Empat warga Desa Simpang Parit ditemukan meninggal karena keracunan. Mereka juga kehabisan oksigen saat berada dalam lubang tambang.


(RRN)