Kronologi Tenggelamnya Kapal TKI di Batam

Anwar Sadat Guna    •    Rabu, 02 Nov 2016 19:19 WIB
kapal tenggelam
Kronologi Tenggelamnya Kapal TKI di Batam
Petugas mengevakuasi korban meninggal tenggelamnya kapal yang mengangkut sejumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) di Teluk Mata Ikan, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (2/11/2016). Foto: Antara/MN Kanwa

Metrotvnews.com, Batam: Hendra, 36, korban selamat dalam kecelakaan laut di perairan Tanjungbemban, Nongsa, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), menceritakam detik-detik sebelum kapal tenggelam, sekira pukul 05.00, Rabu 2 November 2016. 

Pria yang bermukim di Medan ini menuturkan malam itu sekira pukul 03.00 WIB, ia bersama 97 penumpang lainnya berangkat dari pelabuhan liar di Malaysia. Di atas kapal juga ada ABK dan nakhoda kapal.

Kapal jenis boat malam itu terisi penuh. Ada sekira 101 penumpang termasuk anak buah kapal dan nakhoda. Awalnya, kata Hendra, kapal berjalan pelan. Namun, mendekati OPL antara Malaysia-Indonesia, kapal mulai melaju kencang. 

"Malam itu hujan mulai turun. Ombak juga tinggi disertai angin kencang. Kami minta tekong (nakhoda) agar menurunkan kecepatan kapal karena ombak cukup tinggi," kata Hendra saat ditemui Metrotvnews.com, di UGD RS Bhayangkara, Batam, Rabu (2/11/2016).

Saat nakhoda sedikit mengurangi kecepatan, kapal itu tiba-tiba menabrak karang. Meski sempat terhenti karena terimpit karang, kata Hendra, kapal bisa melanjutkan perjalanannya. 

"Saat kapal kembali melanjutkan perjalanannya, ombak masih tinggi disertai hujan. Ketika kapal melaju dan bergerak ke kanan, ombak datang dari sebelah kiri lalu mengempas kapal. Saat itu kapal hilang keseimbangan dan terbalik," kata Hendra.



Semua penumpang tercebur ke laut. Hendra sempat melihat ada sekira 10 orang berusaha menyelamatkan diri ke atas kapal yang terbalik. Ia bersama penumpang lainnya juga berusaha menyelamatkan diri dengan cara berenang. 

"Saya menemukan satu bag (tas) penumpang dan berpegang di tas itu. Ada sekira satu jam saya berenang dan diselamatkan oleh nelayan," tutur Hendra. Ia mengaku sempat melihat satu kapal melintas namun kapal itu tak berhenti meskipun penumpang berusaha meminta tolong. 

Hendra sudah setahun bekerja di Malaysia. Dia bekerja di restoran. Karena masa tinggalnya di Malaysia sudah habis, Hendra harus meninggalkan negara itu. Ia masuk ke Malaysia hanya menggunakan paspor pelancong (turis).

Baca: Kapal Tenggelam di Batam Angkut TKI Ilegal

Setelah berhasil diselamatkan nelayan, ia bersama 38 penumpang selamat lainnya dievakuasi ke darat. Dari situ, Hendra dibawa ke UGD RS Bhayangkara. 

Kapolda Kepri Brigjen pol Sam Budigusdian mengatakan kepolisian masih menyelidiki kejadian tersebut, termasuk mencari tahu tekong dan pemilik kapal. 

"Kapal ini tak memiliki dokumen dan manifes (data penumpang). Rata-rata penumpang yang diangkut adalah TKI yang sudah overstay di Malaysia," ujarnya.

 


(UWA)