Pertamina Bantah Elpiji Bersubsidi Langka di Sumut

Farida Noris    •    Senin, 09 Oct 2017 19:39 WIB
stok elpiji
Pertamina Bantah Elpiji Bersubsidi Langka di Sumut
Penjual elpiji di Wonogiri, Metrotv - Andy Kurniawan

Metrotvnews.com, Medan: PT Pertamina (Persero) memastikan tidak terjadi kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kg di Kota Medan. Namun penjualan gas melon bersubsidi ini banyak tak tepat sasaran. Itu yang menjadi faktor pasokan elpiji berkesan langka.

"Tidak ada kelangkaan. Hanya saja kondisi saat ini banyak warga yang tergolong ekonomi mampu, tetapi justru menggunakan gas ukuran 3 kg itu," kata Officer Communication & Relation PT Pertamina Marketing Operation Region I (MOR I), Arya Yusa Dwicandra, Senin 9 Oktober 2017.

Dia menyebutkan sesuai kuota di 2017, Pertamina menyalurkan 110 tabung gas di seluruh wilayah Sumatera Utara. Dari catatan, di akhir September ada 85 juta tabung gas yang disalurkan.

Menurut Arya, Pertamina menyalurkan kuota sesuai Peraturan Menteri ESDM No.26/2009 tentang Penyaluran Elpiji. Pertamina tak bisa menambah kuota tanpa seizin pemerintah.

Terkait adanya dugaan penimbunan gas elpiji bersubsidi ini, Arya enggan berspekulasi. Selain itu banyaknya pedagang eceran yang menjual gas elpiji 3 kg di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp16 ribu, menurut Arya masalah itu menjadi wewenang Disperindag.

Puput, warga Kota Medan, mengeluh sulit mendapatkan elpiji ukuran tabung 3 Kg. Bilapun menemukannya, harga satu tabung mahal yaitu Rp25 ribu di pengecer.

"Biasanya hanya Rp20 ribu. Terpaksa saya beli biarpun harganya naik tinggi. Karena sudah keliling ke mana-mana gas lagi kosong," ucap Puput, Senin 9 Oktober 2017.

Penuturan yang sama juga diungkapkan Desi warga Jalan Medan Halat. Meski sudah berkeliling ke kios-kios eceran dan pangkalan, namun gas 3 kg kosong.

"Saya sudah keliling empat kios. Tapi kata pedagang, gas melon lagi kosong. Saya bingung mau nyari di mana lagi. Sudah lima hari nggak masuk. Kalau nggak ada gas, gimana mau memasak?," ungkap Desi.


(RRN)