ABK dan Nakhoda Kapal Seludupkan 1 Ton Sabu Diperiksa Intensif

Anwar Sadat Guna    •    Sabtu, 10 Feb 2018 14:31 WIB
penyelundupan narkotika
ABK dan Nakhoda Kapal Seludupkan 1 Ton Sabu Diperiksa Intensif
Jajaran TNI AL bersama tim gabungan dari BNN Pusat, Ditjen Bea Cukai, dan Bea Cukai Batam menyita 1.000 kg sabu yang dibungkus dengan karung beras, di atas kapal Sunrise Glory, Batam. (Medcom.id/Anwar Sadat Guna)

Batam: Empat anak buah kapal (ABK) dan nakhoda kapal Sunrise Glory, ditangkap Tim WFQR IV Pangkalan TNI AL (Lanal) Batam, lantaran saat diperiksa di atas kapal ditemukan narkotika jenis sabu sebanyak 1 ton. Kini mereka diperiksa intensif. 

Komandan Gugus Keamanan Laut Armada Barat, Kolonel Laut (P) Bambang Irwanto mengatakan, kapal ditangkap ketika melintas masuk di perairan Indonesia, di Selat Philips, Batam. Saat itu, kapal tertangkap oleh KRI Sigurot 864 yang melakukan patroli di wilayah Selat Philips.

"Kapal itu sempat berusaha menghindar dari pantauan KRI Sigurot 864, namun berhasil diamankan dan dilakukan pemeriksaan. Kapal berlayar dengan bendera Singapura, dan masuk wilayah perairan Indonesia," ujar Bambang, Sabtu,  10 Februari 2018.  

Baca: TNI AL Gagalkan Penyelundupan Satu Ton Sabu di Batam

Saat dilakukan pemeriksaan, kata Bambang, dokumen kapal diduga tidak memenuhi standar dan diduga palsu. Kapal Sunrise Glory selanjutnya diamankan ke Lanal Batam untuk pemeriksaan lebih lanjut. 
 
Hasil penelusuran penyidik TNI AL, terungkap kapal tersebut merupakan jenis kapal penangkap ikan yang diduga kerap melakukan kegiatan ilegal di perairan Indonesia, khususnya Kepulauan Riau (Kepri).

"Hal tersebut bisa diketahui dari dokumen kapal yang berulang kali berganti nama. Kapal ini diamankan 7 Februari 2018 sekitar pukul 15.30 WIB dan selanjutnya digeser ke dermaga Lanal Batam, Jumat, 9 Februari 2018 untuk diperiksa lebih lanjut," ungkapnya. 

Tim WFQR IV Lanal Batam langsung melakukan pemeriksaan terhadap ABK dan nakhoda kapal. Pemeriksaan terhadap kapal dan awaknya juga melibatkan tim gabungan dari BNN Pusat, Ditjen Bea Cukai, dan Bea Cukai Batam. 


Jajaran TNI AL bersama tim gabungan dari BNN Pusat, Ditjen Bea Cukai, dan Bea Cukai Batam berhasil menemukan sabu seberat 1 ton di atas kapal Sunrise Glory, di perairan Batam, Jumat, 9 Februari 2018. (Medcom.id/Anwar Sadat Guna)

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap muatan yang ada di atas kapal, sekitar pukul 18.00 WIB, Jumat 9 Februari, jajaran TNI AL bersama tim gabungan BNN Pusat dan Bea Cukai menemukan barang bukti narkotika jenis sabu. 

"Narkoba tersebut ditemukan dalam 41 karung beras dengan perkiraan 1.000 kilogram. Barang haram tersebut ditemukan di atas tumpukan beras dalam palka bahan makanan yang diangkut oleh kapal Sunrise Glory," ujarnya. 

Ia menuturkan, kapal itu hanya kamuflase saja sebagai kapal ikan. Saat dilakukan pemeriksaan mendalam di atas kapal, tim menemukan narkoba jenis sabu. 

"Kapal ini ternyata membawa barang berbahaya dengan jumlah yang sangat besar. Kapal juga patut diduga kerap melakukan transaksi gelap di OPL (out port limit)," tuturnya. 

Hingga saat ini, tambah Bambang, pemeriksaan intensif masih dilakukan. Para ABK dan nakhoda kapal berikut barang bukti sabu seberat 1 ton telah disita untuk penyidikan lebih lanjut. 


(LDS)