Sopir Travel Ditangkap Antar 7 Kg Sabu ke Bandar Narkoba Pekanbaru

Anwar Sadat Guna    •    Senin, 30 Oct 2017 12:57 WIB
narkoba
Sopir Travel Ditangkap Antar 7 Kg Sabu ke Bandar Narkoba Pekanbaru
Dirresnarkoba Polda Riau Kombes Pol Hariono beserta jajaran saat ekspose penangkapan tersangka sindikat narkoba, di Mapolda Riau, Senin, 30 Oktober 2017

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Direktorat Narkoba Polda Riau menangkap tiga tersangka jaringan pengedar narkotika jenis sabu dan ekstasi di Riau. Dari ketiga tersangka, polisi menyita 7 kilogram (kg) sabu dan 28.500 butir ekstasi.

Tiga tersangka yang ditangkap, yakni; Rio Nanda Andiska Wanto, 28; Isma Deni, 31; dan Anisa, 28. Ketiga tersangka ditangkap di lokasi berbeda di wilayah Provinsi Riau. 

"Pengungkapan kasus ini berawal dari tertangkapnya tersangka pertama, Rio Nanda di Jalan Lintas Meredan Pekanbaru-Perawang, Kabupaten Siak, pada Sabtu, 28 Oktober 2017 sekira pukul 15.00 WIB," ungkap Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol Hariono saat konferensi pers di Mapolda Riau, Senin, 30 Oktober 2017.

Rio Nanda ditangkap Tim Ditresnarkoba Polda Riau yang dipimpin Wadir Narkoba AKBP Andry saat mobil yang kendarainya dicegat di jalan lintas Pekanbaru-Siak. Rio mengendarai mobil Avanza hitam BM 1554 JD. 

"Saat mobilnya digeledah, tim menemukan bungkusan karton besar di kursi belakang. Karton itu berisi pil ekstasi dan sabu," kata Hariono. Polisi lalu melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan pemesan barang.

Sekira pukul 22.00 WIB, polisi berhasil menangkap pemesan narkotika itu di halte bus depan RS Awal Bros. Pekanbaru. Di halte itu, polisi meringkus tersangka Isma Deni. "Tersangka mengaku menyimpan sabu dan ekstasi di kosannya di Jalan Irkab, Gang Gungsai, Pekanbaru," jelas Hariono.

Tak menunggu waktu lama, polisi menuju kosan Isma di Gang Gunsai. Di kosan itu, polisi menangkap Anisa. "Dia (Anisa) diduga jaringan tersangka Isma Deni. Tersangka ikut kami amankan," ungkap Hariono.

Di kosan tersebut, tim yang dipimpin AKBP Andry menemukan sabu dan ekstasi yang disimpan dalam kotak perlengkapan rias. 

"Atas temuan tersebut, polisi membawa seluruh tersangka ke Ditresnarkoba Polda Riau untuk penyidikan lebih lanjut," ujarnya. Hasil pemeriksaan, tersangka Rio Nanda diketahui berprofesi sebagai sopir travel di Pekanbaru. Ia mengantar narkotika yang sudah dipesan tersangka Isma Deni. 

Barang bukti narkotika dalam karton yang dibawa tersangka, masing-masing; 7 kg sabu yang dibungkus plastik bening, 16 bungkus plastik bening berisi ekstasi warna orange huruf B, satu bungkus plastik bening berisi ekstasi warna merah berlogo mahkota.

Selain itu, tiga bungkus plastik bening berisi ekstasi warna hijau tua berbentuk bulat, satu bungkus plastik bening berisi ekstasi warna hijau muda, tiga bungkus plastik bening berisi ekstasi warna merah muda huruf B. 

"Dari tersangka Isma Deni, polisi menyita enam bungkus plastik berisi sabu, lima bungkus plastik berisi 1.000 butir ekstasi, satu bungkus plastik bening berisi ekstasi warna merah muda huruf B sebanyak 500 butir," pungkasnya, didampingi Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo.

Wadir Narkoba Polda Riau AKBP Andry menambahkan, selain barang bukti narkotika, pihaknya juga menyita dua unit softgun di kosan tersangka Isma Deni. "Kami masih mendalami untuk apa dua unit softgun tersebut. Handphone para tersangka juga disita untuk pengembangan lebih lanjut," ungkapnya.


(ALB)