Murdani dengan Enteng Simpan 2,03 Kg Sabu di Ransel

Anwar Sadat Guna    •    Jumat, 15 Dec 2017 11:52 WIB
narkoba
Murdani dengan Enteng Simpan 2,03 Kg Sabu di Ransel
Dua paket sabu disita petugas Bea Cukai Batam dari tas ransel Murdani, calon penumpang tujuan Banjarmasin. Medcom.id/Anwar

Batam: Murdani, 33, warga asal Bireuen, Aceh terpaksa berurusan dengan petugas Bea Cukai Bandara Hang Nadim Batam. Penumpang tujuan Banjarmasin via Batam dan transit Jakarta ini ditangkap lantaran menyimpan 2,03 kg sabu di tas ranselnya.

Penangkapan kurir sabu ini mungkin yang paling gampang sepanjang pengungkapan kasus narkotika di Bandara Hang Nadim Batam. Jika selama ini sindikat atau kurir narkoba menyimpan sabu di dalam sepatu, dililit di pinggang atau celana dalam, bahkan memasukkan melalui lubang dubur, berbeda halnya dengan Murdani. 

Dengan entengnya, calon penumpang Citilink ini malah menaruh sabu di dalam tas ranselnya. Tak ubahnya seperti membawa oleh-oleh keripik atau permen, paket sabu yang dibungkus plastik bening itu diletakkan begitu saja di dalam tasnya. 

"Sangat mudah mendeteksinya karena sabu itu berada di dalam tas ransel. Calon penumpang yang akan terbang ke Banjarmasin, Kamis, 14 Desember 2017 itu langsung kami tangkap," ungkap Kepala Bidang Bimbingan, Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, R Evy S kepada Medcom.id, Jumat, 15 Desember 2017.

Evy mengatakan, saat penumpang tersebut masuk bandara, petugas aviation security (avsec) dan Bea Cukai Batam sudah menaruh curiga. Gerak-gerik penumpang itu tak seperti dengan penumpang lainnya. 

"Saat melewati pintu metal detector dan kami lakukan pemeriksaan, ternyata tak ada yang mencurigakan dari tubuh penumpang. Namun, kecurigaan muncul saat petugas melihat ada kejanggalan di dalam tas penumpang melalui layar monitor x-ray. Ada benda yang tak lazim di ras ranselnya," kata Evy.

Saat diperiksa Murdani diminta membuka tasnya, petugas menemukan dua bungkus kristal bening. Barang itu kemudian dibawa ke hanggar Bea Cukai untuk diperiksa narcotest. 

"Hasilnya, dua paket kristal bening itu positif methamphetamine atau sabu," ungkapnya. 

Tak ayal, Murdani langsung ditangkap untuk pemeriksaan lebih lanjut. Rencana penerbangan pria ini ke Banjarmasin terpaksa kandas sementara waktu. Ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum.

Humas Bea Cukai Batam Frans Imanuel menambahkan, calon penumpang Citilink tersebut segera diamankan ke Kantor Bea Cukai di Batuampar, Batam, untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, selanjutnya diserahterimakan ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau," ujarnya. Ia menjelaskan, jajaran Bea Cukai akan meningkatkan pengawasan dipintu-pintu masuk Pulau Batam.

Jelang pergantian tahun, peredaran narkoba diperkirakan akan meningkat. "Pintu-pintu masuk yang diperketat pengawasannya, yakni pelabuhan internasional dan Bandara Hang Nadim," kata dia.


(ALB)