Pesiar Mewah Pengusaha Malaysia Dijaga Ketat Polisi

Anwar Sadat Guna    •    Senin, 06 Aug 2018 17:55 WIB
1mdb
Pesiar Mewah Pengusaha Malaysia Dijaga Ketat Polisi
Kapal pesiar super mewah milik pengusaha Malaysia, tiba di perairan Batam, Senin, 6 Agustus 2018. Kapal ini akan diserahkan Polri ke otoritas Malaysia. Medcom.id/Anwar Sadat Guna

Batam: Polisi menjaga ketat kapal pesiar (yacht) milik pengusaha muda Malaysia, Low Taek Jho, di perairan Nongsa, Kota Batam, Provinsi Riau, Senin, 6 Agustus 2018. Kapal itu akan diserahkan ke otoritas Malaysia, Selasa, 7 Agustus 2018.

Pantauan Medcom.id, terdapat tiga kapal berada di dekat kapal yacht tersebut. Ketiga kapal merupakan milik Baharkam Mabes Polri dan Direktorat Polair Polda Kepri. "Kapal milik Polri yakni Kapal Polisi (KP) Baladewa 8002 Polair Mabes Polri," ungkap Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erangga, Senin, 6 Agustus 2018.

Selain tiga kapal tersebut, penjagaan juga dilakukan belasan personel Polair Polri menggunakan kapal karet (rubber boat). Dua perahu karet juga terlihat disiagakan Polri di pelabuhan Nongsa Point Marina.

Beberapa personel Polair secara bergantian menuju ke lokasi kapal untuk melakukan penjagaan.

"Personel yang berada di lapangan adalah personel Polair Mabes Polri. Kapal-kapal juga dari Baharkam dan Polair Mabes Polri. Kapal kami hanya satu, yang biasanya disiagakan untuk melakukan patroli di perairan Kepri," ungkap Erlangga.

Baca: Kapal Yacht Terseret Kasus 1MDB Diserahkan Polri di Batam

Erlangga juga belum dapat memastikan apakah petinggi Mabes Polri sudah berada di Batam untuk melakukan penyerahan kapal. "Belum ada informasi, karena penanganannya memang langsung oleh Mabes. Penyelidikannya dari awal oleh Mabes," ungkapnya.

Informasi yang dihimpun, beberapa personel Bea Cukai Batam melakukan pemeriksaan dokumen di atas kapal Equanimity. Pemeriksaan dokumen berkaitan dengan status kapal yang akan diserahkan ke luar negeri, dalam hal ini Malaysia. Kapal yatch mewah tersebut sempat dikaitkan dengan kasus 1MDB di Malaysia.

Kapal berbendera Cayman ini akan diserahan kepada pemiliknya menindaklanjuti hasil pertemuan Perdana Menteri Malaysia Dr Mahathir Mohamad dengan Presiden Joko Widodo, beberapa waktu lalu.

Baca: Selain Korupsi, Najib Hadapi Tuntutan Pelanggaran Kepercayaan

Serah-terima ini menyusul keputusan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang mengabulkan gugatan praperadilan yang dilayangkan Equanimity Cayman.

Kapal yatch Equanimity sebelumnya disita oleh Mabes Polri atas permintaan Biro Investigasi Federal atau Federal Bureau of Investigation (FBI) pada 28 Februari 2018.

Kapal senilai Rp 3,5 triliun itu disita karena pembelian kapal diduga hasil kejahatan pencucian uang 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang turut menyeret mantan Perdana Menteri Najib Razak.

Equanimity (Cayman) Ltd kemudian mengajukan gugatan ke pengadilan untuk menghentikan penyitaan dengan mengatakan kapal pesiar itu tidak terkait dengan kasus kriminal di Indonesia.

Baca: Mahathir Apresiasi Polri Tangkap Buronan 1MDB


(SUR)