Pemkot Padang Berkomitmen Mengurangi Sampah di Pantai

Antara    •    Rabu, 23 Aug 2017 10:10 WIB
sampah
Pemkot Padang Berkomitmen Mengurangi Sampah di Pantai
Sejumlah warga mengumpulkan sampah di kawasan Pantai Muaro Lasak, Padang, Sumatra Barat -- ANT/Iggoy el Fitra

Metrotvnews.com, Padang: Pemerintah Kota Padang berkomitmen mengurangi volume sampah yang ada di sepanjang kawasan wisata pantai. Beberapa hal yang dilakukan untuk memperkuat komitmen itu, antara lain melibatkan semua pihak membersihkan pantai secara langsung, mengawasi perilaku warga membuang sampah, memperkuat aturan persampahan, dan mengubah sistem membuang sampah.

"Meski tidak bisa secara langsung bersih, namun secara bertahap sampah di Pantai Muaro Lasak dan Cimpago akan rutin dibersihkan," kata Wali Kota Padang Mahyeldi di Padang, Sumatera Barat, Rabu 23 Agustus 2017.

Mahyeldi menjelaskan, upaya membersihkan pantai tidak hanya dibebankan pada petugas kebersihan. Namun, jajaran forum komunikasi pimpinan, komunitas, dan wisatawan juga akan dilibatkan.

"Masalahnya, sampah bukan berasal dari pantai, tapi dari hulu. Inilah yang perlu diubah," ujarnya.

Menurut Mahyeldi, program membuang sampah sore hingga pagi yang dicetuskan Dinas Lingkungan Hidup telah banyak berpengaruh pada pengaturan penyaluran sampah. Di samping itu, ada kegiatan bulan bakti gotong royong yang terbukti mampu mengurangi volume sampah meski belum signifikan.

"Program pemerintah pusat, seperti Adiwiyata dan Adipura juga memberikan semangat untuk penguatan pengelolaan sampah itu," tambahnya.

Dengan Adiwiyata, siswa dipacu untuk membuat sekolahnya lebih tertib, bersih, dan disiplin. Siswa jadi dibiasakan mengolah sampah sejak dini.

"Untuk regulasi kami telah menerbitkan Perda Nomor 21 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah. Namun, aplikasinya belum efektif, khususnya pemberian sanksi," sebutnya.

Dalam hal ini, lanjut Mahyeldi, membutuhkan waktu untuk mengubah perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah. Akan tetapi, ia optimis semakin banyaknya penggiat pengelolaan sampah, upaya itu akan berhasil.

Senada, pengamat lingkungan hidup Sumatera Barat dari Universitas Andalas Padang Ardinis Arbain menyarankan, pemerintah fokus sosialisasi persampahan sejak dini mulai dari taman kanak-kanak. Tidak perlu contoh yang berat, cukup dengan menggilir menghapus papan atau menyiapkan plastik untuk bekas rautan pensil.

Cara tersebut, menurut Ardinis, akan membiasakan anak berperilaku bersih. Namun, harus dilakukan konsisten dan selalu diberi teladan oleh guru dan orang tuanya.


(NIN)