BNN Sumut Menyelidiki Peredaran PCC

Farida Noris    •    Kamis, 14 Sep 2017 18:56 WIB
narkoba
BNN Sumut Menyelidiki Peredaran PCC
Ilustrasi. MTVN/M Rizal

Metrotvnews.com, Medan: Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumatera Utara terus mengendus peredaran Paracetamol Cafein Corisutradol (PCC) telah beredar di wilayah Sumatera Utara. BNN bekerja sama  dengan kepolisian dan Balai Besar Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM).

"Untuk melakukan penyelidikan dan penanganan peredaran obat PCC ini. Kami sudah sebar personel," ucap Kepala BNN Sumut Brigjen Andi Loedianto, Kamis 14 September 2017.

Hingga saat ini, BNN belum menemukan PCC beredar di wilayah Sumatera Utara. Akan tetapi BNN terus melakukan pengawasan terhadap peredaran obar keras ini agar tak dikonsumsi remaja dan masyarakat luas.

BNN mengimbau masyarakat untuk melaporkan atau memberikan informasi bila mendapat informasi peredaran PCC. "Karena ini termasuk obat keras," pungkas Brigjen Andi Loedianto.

(Baca: Obat yang Beredar di Kendari Bertuliskan PCC)

Terpisah, Kepala BPPOM Medan, Yulius Sacramento Tarigan mengaku tengah melakukan penelusuran di lapangan. Langkah ini untuk mengantisipasi PCC yang dilaporkan muncul di sejumlah tempat tidak sampai terjadi di Sumut.

"Hasilnya memang belum ada, tapi penelusuran akan terus kita lakukan," ungkapnya

BBPOM juga sudah berkordinasi dengan Gabungan Pengusaha (GP) Farmasi Sumut, dan sejumlah kelompok yang konsen terhadap perlindungan anak. Dia pun meminta masyarakat waspada.

"Masyarakat jangan mudah percaya bila ada seseorang yang tiba-tiba menawarkan obat dengan cuma-cuma, padahal orang yang bersangkutan tidak memiliki kapasitas untuk memberikannya," ungkapnya.

PCC ini mendapat atensi dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) beserta Badan Narkotika Nasional (BNN). Sejauh ini kandungan yang terdapat di dalam obat tersebut, belum dapat dipastikan.

Kasus ini berawal di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Rabu 13 September 2017. Awalnya ada 30 orang yang menjadi korban dari penyalahgunaan obat PCC. Namun jumlah korban terus bertambah lebih dari 50 orang, yang mayoritas mahasiswa dan pelajar.

Para korban melakukan hal-hal nekat, mengamuk, kejang-kejang hingga tidak sadarkan diri usai mengonsumsi obat PCC. Seluruh korban dilarikan di Rumah Sakit Jiwa Kendari untuk segera mendapatkan pertolongan.

(Baca juga: Korban PCC di Kendari Bertambah Jadi 50 Orang)
 


(SUR)