Setelah Diserang, Mapolda Sumut 'Dibanjiri' Karangan Bunga

Budi Warsito    •    Selasa, 27 Jun 2017 17:01 WIB
penyerangan
Setelah Diserang, Mapolda Sumut 'Dibanjiri' Karangan Bunga
Karangan bunga di depan Mapolda Sumut Kota Medan, MTVN - Budi Warsito

Metrotvnews.com, Medan: Karangan bunga berjejer di depan Mapolda Sumatera Utara di Kota Medan, Selasa 27 Juni 2017. Karangan bunga itu menyatakan duka cita atas penyerangan yang terjadi pada Minggu dini hari 25 Juni 2017 dan menewaskan seorang polisi.


(Karangan bunga di depan Mapolda Sumut Kota Medan, MTVN - Budi Warsito)

Pantauan Metrotvnews.com, sekira pukul 16.00 WIB, ratusan karangan bunga aneka warna berjejer di depan Mapolda Sumut. Salah satu karangan bunga bertuliskan duka cita atas meninggalnya Ipda Anumerta Martua Sigalingging dalam serangan dua hari lalu.

"Mulai dari Senin 26 Juni 2017 semalam papan bunga yang bertuliskan ucapan turut berdukacita kepada Ipda Anumerta Maratua Sigalingging terus terpajang di Polda Sumut. Bahkan sekarang, hampir 500-an papan bunga," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting, Selasa 27 Juni 2017.

Pengirim karangan bunga berasal dari kalangan mulai dari pemerintah, tokoh agama, tokoh pemuda, pejabat TNI, Konsul negara sahabat, dan masyarakat. Hingga berita ini dimuat, karangan bunga terus berdatangan.


(Karangan bunga di depan Mapolda Sumut Kota Medan, MTVN - Budi Warsito)

Kini polisi tengah mengembangkan penyidikan terkait penyerangan yang terjadi menjelang salat Idulfitri 1438 Hijriah. Empat orang ditetapkan sebagai tersangka.

FPY merupakan tersangka keempat. Dua tersangka lain yaitu SP dan B. SP berperan sebagai eksekutor. SP kini dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan di RS Bhayangkara Polda Sumut. Sedangkan B mendapat peran menyurvei lokasi penyerangan.

Sementara satu tersangka lain yaitu AR meninggal saat penyerangan. Polisi menembak AR di lokasi penyerangan.



(RRN)