Mobil Berisi Napi Kabur Tabrak Rumah

Farida Noris    •    Selasa, 20 Jun 2017 11:59 WIB
tahanan kabur
Mobil Berisi Napi Kabur Tabrak Rumah
Foto ilustrasi. (Metrotvnews.com/Rizal)

Metrotvnews.com, Medan: Empat narapidana asal Aceh mencoba kabur dari Lapas Tanjung Gusta Medan, Sumatera Utara, Selasa pagi, 20 Juni 2017. Keempatnya dibantu rekan mereka yang menjemput dengan mobil. Nahas, mobil yang membawa mereka menabrak rumah warga.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting mengatakan diketahuinya pelarian keempat napi ini berawal saat Anto Fredi, 29, salah seorang petugas Lapas Tanjung Gusta Medan mendengar keributan dari napi penghuni Blok Straf Sel 3A sekitar pukul 03.30 WIB. Ada yang menyebutkan warga binaan berusaha melarikan diri.

Anto lantas menuju lokasi keributan dan mendapati tali terikat di pagar lapas. Anto langsung memeriksa bagian belakang lapas dengan sepeda motor. "Di sana dia bertemu mobil Avanza hitam BL 935 AZ yang sudah menunggu," jelas Rina.

Salah seorang penumpang mobil keluar dan mengibaskan celurit ke Anto. Melihat itu, Anto mengelak dan menembakkan pistol ke pelaku. Namun, pistol gagal meletus. Anto berusaha menyelamatkan diri sembari berusaha menembakkan pistolnya.

Pada saat bersamaan, ada napi lain yang berusaha melopati tembok. Anto kembali melepaskan tembakan. Kali ini, bidikannya mengenai sasaran. 

"Tetapi napi tersebut langsung menaiki mobil dan langsung kabur," tutur Rina.

Tak jauh dari Lapas, tepatnya di Jalan Lembaga Permasyarakatan atau depan Perumahan Bali Indah, mobil yang ditumpangi para pelaku menabrak pagar dua rumah warga. Mobil tersebut terbalik dan menyebabkan para pelaku mengalami luka parah.

"Keempat napi yang mencoba melarikan diri dan keempat rekan mereka yang membantu mengalami luka parah dan dibawa ke RS Brimob Medan," kata Rina.

Dari lokasi, petugas menyita barang bukti berupa samurai, golok, pisau, tangga lipat, tali nilon panjang 30 meter, tali plastik sambungan, tas coklat, satu unit ponsel, sarung tangan, dan mobil.

Keempat napi yang mencoba kabur tersebut yakni Hussaiini, 35, warga Indrapuri Aceh Besar yang tersangkut kasus pembunuhan dengan masa hukuman 11 penjara. Kemudian, Alhadi, 30, warga Tapak Tuan Aceh Selatan, kasus pembunuhan dengan masa hukuman 10 tahun. 

Selanjutnya Rudi Rahman Bin Rasidin, 32, warga Jalan Perdagangan Aceh Selatan yang tersangkut kasus narkoba dengan vonis 8 tahun dan sudah dijalani 3 tahun penjara. Muliadi, 30, warga Aceh yang divonis 7 tahun mengalami patah kaki.

Sedangkan rekan keempat napi yang membantu melarikan diri yakni Saparuddin, Yulis, M Yusuf dan Fajar. 

Polisi telah melakukan memeriksa sejumlah saksi dalam perkara ini, termasuk memintai keterangan napi dan petugas Lapas Tanjung Gusta Medan.

"Para pelaku masih berada di RS Brimob Medan dengan mendapat pengawalan ketat. Selanjutnya mereka akan diperiksa lebih dalam. Saat ini kondisinya luka parah dan belum bisa diperoleh keterangan akurat," beber Rina.


(SAN)