BMKG: Hujan Padamkan Titik Panas di Sumatera

Antara    •    Jumat, 30 Jun 2017 12:00 WIB
kebakaran hutan
BMKG: Hujan Padamkan Titik Panas di Sumatera
Ilustrasi titik panas--Antara/Rony Muharrman

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Hujan turun merata di lima provinsi Sumatera. Turunnya hujan mampu memadamkan belasan titik panas di Sumatera.

"Akibat hujan, titik panas sempat terdeteksi satelit dua hari berturut-turut hilang. Untuk sementara Sumatera, aman," kata Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Slamet Riyadi di Pekanbaru, Jumat 30 Juni 2017.

Dalam dua hari terakhir, yakni; Rabu 28 Juni 2017, dan Kamis 29 Juni 2017, satelit mendeteksi 19 titik panas, dan bertahan pada lima provinsi di Sumatera.

Ke-19 titik panas itu, di antaranya mayoritas terkonsentrasi di Riau 10 titik, Sumatera Utara empat titik, Sumatera Barat dan Bengkulu sama-sama menyumbang dua titik, dan Sumatera Selatan satu titik.

Berdasarkan analisa BMKG, potensi hujan disertai petir dan angin kencang masih terjadi di sejumlah provinsi di Sumatera. Karena memasuki musim pancaroba menuju kemarau kering.

"Kami perkirakan, Agustus tahun ini merupakan puncak kemarau di Sumatera. Saat ini saja, ancaman karhutla (kebakaran hutan dan lahan) mulai meningkat khususnya di Riau," terang dia.

Sebab, hampir 50 persen dari total luas daratan di Provinsi Riau merupakan hutan dan lahan bergambut yang rentan terbakar.

"Kita sama-sama tahu, bahwa provinsi ini penghasil CPO (minyak mentah sawit). Untuk buka lahan sawit, biasanya dengan cara membakar," terang Slamet.

Pada Kamis 29 Juni 2017, tim satuan tugas (satgas) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Riau melaporkan, sekitar delapan hektare lahan di Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir terbakar. Satgas karhutla Riau memutuskan mengerahkan tiga helikopter untuk melakukan operasi water bombing atau bom air dari udara demi membantu tugas tim padamkan api di darat.

Sementara itu, Kepala Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, kebakaran mulai terjadi dalam suasana Lebaran 2017.

"Kebakaran hutan di Rantau Bais, Tanah Putih, Kabupaten Rohil (Rokan Hilir). Alhamdulillah, hujan telah padamkan api," ungkapnya.

"Lahan yang terbakar di sekitar kebun kelapa sawit di Rantau Bais, sudah dilarang. Tetapi secara illegal, tetap dilakukan untuk membuka kebun baru," jelas Sutopo.

Pemerintah Provinsi Riau telah memperpanjang status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan hingga November 2017, setelah berakhir pada 30 April tahun ini.


(YDH)