Pasangan Syahrul dan Ade Angga Bakal Diusung Maju di Pilkada Tanjungpinang

Anwar Sadat Guna    •    Rabu, 27 Sep 2017 17:02 WIB
pilkada 2018
Pasangan Syahrul dan Ade Angga Bakal Diusung Maju di Pilkada Tanjungpinang
ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Batam: Konstelasi politik jelang Pilkada Tanjungpinang 2018 makin menghangat. Koalisi Anak Pinang yang dimotori Partai Golkar, Demokrat, PKPI, dan PPP makin mendekati keputusan final untuk memaketkan pasangan Syahrul dan Ade Angga. 

Pasangan ini makin santer dibicarakan masyarakat Tanjungpinang. Keduanya dinilai pasangan yang tepat untuk maju dan bertarung di Pilkada Tanjungpinang yang akan digelar pada Juni 2018 mendatang. 

Rencana untuk memaketkan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Tanjungpinang ini masing-masing diungkapkan oleh pimpinan Partai Golkar dan Demokrat Kota Tanjungpinang. 

"Semoga benar. Keputusannya sudah hampir final dan kepastiannya akan kami sampaikan nanti kepada masyarakat Tanjungpinang," ungkap Ketua DPC Partai Demokrat Kota Tanjungpinang, Peppy Chandra kepada Metrotvnews.com, Rabu, 27 September 2017. 

Hal senada diutarakan Ade Angga, Ketua DPD Tingkat II Partai Golkar Kota Tanjungpinang. Ia menyatakan, parpol yang tergabung dalam Koalisi Anak Pinang sudah mendekati keputusan final untuk mengusung calonnya. 

"Kami sudah mendekati keputusan final untuk mengumumkan calon yang akan diusung sebagai calon wali kota dan wakil walikota Tanjungpinang.  Tinggal mencari momen yang tepat untuk menyampaikan hal tersebut," kata Ade Angga. 

Pada Pilkada Tanjungpinang 2018, kata Ade, Koalisi Anak Pinang akan membidik kursi calon wakil wali kota Tanjungpinang. Pihaknya belum bersedia menyebutkan siapa bakal calon wakil wali kota yang akan diusung koalisi tersebut. 

"Kami sedang mencari waktu dan momentum yang baik untuk menyampaikannya bakal calon wali kota dan wakil wali kota tersebut kepada publik," kata Ade lagi. Dalam beberapa kesempatan, wakil ketua DPRD Kota Tanjungpinang ini menyatakan akan maju dalam Pilkada Tanjungpinang 2018.

Namun Ade belum memastikan apakah akan maju sebagai calon wali kota atau wakil wali kota. Saat ditanya bagaimana sikap Golkar jelang pilkada 2018? Ia mengatakan, sikap Golkar jelas, akan mengusung kader sendiri.

"Itu sudah diputuskan melalui pleno tim Pilkada DPP Golkar," ujarnya. Sekadar diketahui, parpol yang bernaung di Koalisi Anak Pinang yakni Partai Golkar, Partai Demokrat, PKPI, dan PPP. Golkar meraih suara terbanyak dengan perolehan 4 kursi di DPRD Tanjungpinang. 

Pengamat Politik Tanjungpinang, Zamzami A Karim mengatakan, jika Koalisi Anak Pinang membidik kursi calon wakil wali kota maka dapat dipastikan bahwa calon wali kota yang akan diusung koalisi ini adalah Syahrul.

Syahrul saat ini menjabat sebagai wakil wali kota Tanjungpinang. Dia sudah menyatakan akan maju di Pilkada Tanjungpinang 2018 dan sudah mengambil formulir pendaftaran di beberapa parpol. 

"Namanya disebut sebagai salah satu calon kuat menghadapi incumbent, Lis Darmansyah di pilkada nanti," kata Zamzami kepada Metrotvnews.com, Jumat, 22 September 2017. 

Mengapa Koalisi Anak Pinang akan mengusung Syahrul, kata Zamzami, karena Syahrul punya kans besar yang bisa menandingi Lis di Pilkada. Selain itu, meski sudah mendaftar di Hanura tetapi belakangan Syahrul ternyata tidak menghadiri agenda Penyampaian Visi Misi di partai tersebut.

"Nama Syahrul juga tidak disertakan dalam daftar nama calon wali kota dan wakil wali kota yang akan diusung PDIP. Artinya, kemungkinan besar Syahrul sudah mendapatkan sinyal dari Koalisi Anak Pinang bakal dijagokan sebagai calon wali kota di Pilkada 2018 mendatang," jelas Zamzami.

Sekadar diketahui, PDIP sudah dipastikan akan mengusung incumbent, Lis Darmansyah sebagai calon wali kota. Nama Lis keluar setelah DPD PDIP Provinsi Kepri melakukan penjaringan dan seleksi calon wali kota dan wakil wali kota Tanjungpinang. 

Nama Lis satu-satunya sebagai calon wali kota. Sedangkan posisi wakil wali kota, DPD PDIP Kepri mengusulkan tiga ke DPP PDIP yakni; dr Maya, H. Adnan, dan kader internal yakni Syahrial. 

"Kalau kita mengikuti dinamika politik, sepertinya PDIP akan memaketkan pasangan Lis-Maya. Kenapa Maya? Pertama, untuk meraup suara kaum perempuan di Tanjungpinang. Kedua, untuk meraih suara masyarakat yang masih suka pada Ibu Suryatati, mantan Wali Kota Tanjungpinang yang juga ibu kandung Maya," kata Zamzami. 


(ALB)