Polisi Gerebek Usaha Judi Beromzet Puluhan Juta per Hari

Budi Warsito    •    Rabu, 27 Apr 2016 09:58 WIB
judi
Polisi Gerebek Usaha Judi Beromzet Puluhan Juta per Hari
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Helfi Assegaf bersama Kasubdit III/Jahtanras AKBP Faisal Napitupulu ?saat memaparkan tersangka judi berkedok ketangkasan di Mapolda Sumut, Selasa (26/4/2016). (Foto: MTVN/Budi Warsito)

Metrotvnews.com, Medan: Penyidik Subdit III Jahtanras Dit Reskrimum Polda Sumatera Utara (Sumut) menggerebek judi berkedok permainan ketangkasan beromzet puluhan juta sehari. Penggerebekan dilakukan di Mileniun Zone, Kompleks Millennium Plaza, Lantai 1 Blok B Nomor 3 dan 4, di Jalan Kapten Muslim, Kelurahan Dwi Kora, Kecamatan Medan Helvetia.

Dari lokasi petugas mengamankan tiga orang tersangka yakni, Antoni alias Opong alias Tjong Wie Hong, 21, Herman Ais Awi bin Usman, 32, dan Kwe Kian Hin alias A Hin, 72.

Kasubdit III/Jahtanras, AKBP Faisal Napitupulu mengatakan, dalam permainan judi itu, para pemain terlebih dulu membeli koin seharga Rp1.000/koin. Selanjutnya, pemain memasukkan koin tersebut ke dalam mesin judi. 

"Setelah itu, pemain akan menembaki ikan dalam permainan itu. Pemain akan mendapat poin sesuai dengan jumlah dan jenis ikan yang ditembak. Poin yang didapat selanjutnya ditukar menjadi voucher, 100 poin dapat ditukar menjadi 1 voucher," jelas Faisal Napitupulu, Selasa (26/4/2016) di Mapolda Sumut.

Voucher kemudian ditukarkan oleh pemain kepada Ahin seharga Rp90 ribu/voucher. Sementara Ahin akan menjual voucher itu kepada Antoni selaku kasir seharga Rp92 ribu/voucher. Dari 1 voucher, Ahin mendapat keuntungan Rp2.000.

"Ini sudah 3 bulan. Sehari mereka mampu meraup omzet hingga Rp20 juta," lanjut Faisal.

Faisal mengungkapkan telah melakukan pengintaian selama satu pekan sebelum penggerebekan.‎ Ia pun mengaku mengalami kesulitan untuk mengungkap perjudian itu. Pasalnya, para pekerja tidak mau mengganti voucher menjadi uang jika mereka tidak mengenal pemain.

"Jadi kalau mereka enggak kenal dengan pemainnya, mereka nggak mau nukar voucher itu jadi uang. Tapi hanya ditukar menjadi hadiah seperti boneka, senter, dan lain-lain," jelasnya.

Kini, para tersangka dan barang bukti telah diboyong ke Poldasu untuk dilakukan pemeriksaan. 


(MEL)