Polisi Tetapkan Prosedur Pengamanan Rumah Ibadah di Medan

Budi Warsito    •    Senin, 29 Aug 2016 17:24 WIB
bom bunuh diri
Polisi Tetapkan Prosedur Pengamanan Rumah Ibadah di Medan
Polisi tengah bergegas untuk meninggalkan rumah ibadah Santo Yosep setelah dinyatakan aman, Senin 29 Agustus 2016. Foto: Metrotvnews.com/Budi

Metrotvnews.com, Medan: Usai upaya bom bunuh diri dan penyerangan terhadap rumah ibadah beserta pemuka agamanya, polisi memperketat pengamanan di semua rumah ibadah di Kota Medan, Sumatera Utara. Keputusan itu diambil dalam rapat internal Polresta Medan, Senin 29 Agustus 2016. 

"Kami akan mengundang seluruh pengurus rumah ibadah membahas prosedur pengamanan ini," kata Kapolresta Medan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto, di Gereja Katolik Santo Yosep, Jalan Dr Mansur, Medan.

Selain tempat ibadah, mal dan pusat keramaian juga akan dijaga. Polresta Medan dan Polda Sumut juga akan merazia secara rutin tempat-tempat yang rawan menjadi incaran pelaku teror.

Dandim Kodim 0201/BS Kolonel Inf Maulana Ridwan mengatakan TNI akan ikut membantu mengamankan tempat ibadah di Kota Medan. 

‎"Kita ini mem-back up dan jumlah (personel yang dikerahkan) tak terbatas. Apapun yang dilakukan polisi kita back up," ujarnya.

Upaya bom bunuh diri dilakukan IAH, 18, pada Minggu pagi 28 Agustus, di rumah ibadah Santo Yosep. Ia juga berusaha menyerang pemuka agama Albert S. Pandingan dengan pisau setelah salah satu bom yang hendak dia ledakkan hanya meletup. IAH langsung diringkus jemaat setelah melukai lengan kiri Albert.

 


(UWA)