50 Rumah di Tapsel Rusak Akibat Gempa 5,5 SR

Farida Noris    •    Jumat, 14 Jul 2017 15:59 WIB
gempa bumi
50 Rumah di Tapsel Rusak Akibat Gempa 5,5 SR
salah satu rumah di Tapsel rusak --Istimewa--

Metrotvnews.com, Medan: Gempa bumi tektonik 5,5 Skala Richter (SR) yang terjadi di wilayah Padang Sidempuan dan sekitarnya menyebabkan sedikitnya 50 rumah mengalami kerusakan di Tapanuli Selatan (Tapsel). Bahkan satu orang warga mengalami luka-luka akibat tertimpa bangunan rumah. 

Lindu terjadi Jumat 14 Juli 2017 sekira pukul 08:25:16 WIB. Pusat gempa berada di 9 km Barat Daya Padang Sidempuan- 25 km Barat Daya Tapanuli Selatan-54 km Barat Daya Padang Lawas Utara- 253 km Tenggara Medan - 1192 km Barat Laut Jakarta.

Staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Selatan Andi mengatakan, berdasarkan pendataan sementara, ada dua desa yang terdampak gempa bumi antara lain di Desa Lubulayan Sigordang dan Desa Sitaratoit Kecamatan Angkola Barat.

"Data sementara, di Desa Sitaratoit, ada 10 rumah yang mengalami rusak berat dan rusak ringan. Kemudian, di Desa Lubulayan Sigordang, ada 40 rumah yang rusak yakni 15 rusak berat dan 25 rumah rusak ringan," jelasnya.

Sementara itu, warga yang mengalami luka-luka bernama Masitoh Ritonga, 73. Korban tertimpa bangunan yang roboh saat gempa bumi terjadi. Korban sudah dirujuk ke RS Sipirok.

"Untuk saat ini, tidak ada warga yang mengungsi. Warga sempat ketakutan dan berhamburan ke luar rumah karena gempa terasa cukup keras. Tim kita masih melakukan pendataan apakah masih ada korban bertambah dan rumah yang rusak," terangnya.



Hasil analisis terkini Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa berkekuatan 5,5 SR terjadi dengan koordinat episenter pada 1,42 LU dan 99,15 BT, atau tepatnya di darat pada jarak 14 km arah barat laut Kota Padangsidempuan, Sumatera Utara pada kedalaman 10 km.

Gempa yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan bahwa dampak gempabumi dirasakan di Aek Godang dengan skala intensitas II SIG-BMKG (IV MMI), di Padangsidempuan, Sialang, Binanga, dan Sipirok dalam skala intensitas II SIG-BMKG (III MMI MMI).


(ALB)