Pengungsi Rakhine di Indonesia Harus Diberi Hak Kewarganegaraan

Farida Noris    •    Rabu, 06 Sep 2017 12:45 WIB
rohingya
Pengungsi Rakhine di Indonesia Harus Diberi Hak Kewarganegaraan
Ratusan umat muslim di Medan, Sumatera Utara, di bundaran air mancur Jalan Gatot Subroto Medan, Rabu 6 September 2017. MTVN/Farida

Metrotvnews.com, Medan: Ratusan umat muslim di Medan, Sumatera Utara, tumplek di bundaran air mancur Jalan Gatot Subroto Medan, Rabu 6 September 2017. Mereka mendesak pemerintah andil dalam misi penyelamatan terhadap warga Rakhine State, Myanmar.

Massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Muslim Bersama Ummat (AMMBU) Sumut itu mengecam tindakan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Myanmar, khususnya terhadap etnis Rohingya.

"Aksi ini kami gelar untuk meminta pemerintah Indonesia agar segera menyelamatkan etnis Rohingya dari kejahatan Pemerintah Myanmar," kata Koordinator AMMBU Andika Mirza.

Dia mengatakan, rezim Myanmar telah mengusir setengah juta umat muslim ke luar Myanmar. Lebih dari 40.000 muslim terdiri dari anak-anak, wanita, dan orang tua meninggal mengenaskan, dan kondisi mereka hidup begitu memperihatinkan.

"Operasi penghapusan etnis Rohingya berlangsung hingga saat ini. Bahkan 2.000 muslim Rohingya dibantai dalam tiga hari pada Jumat, 25 Agustus 2017. Saat ini kaum muslim seolah menjadi santapan para penjajah, baik dari barat maupun timur. Mereka terusir dari negeri mereka," ucapnya.

Massa meminta pemerintah Indonesia segera melindungi dan mengurus semua kebutuhan etnis Rohingya dan turut andil menjadi "Negara Ketiga" untuk mereka menetap. Tak hanya itu, massa meminta agar para pengungsi yang telah berada, maupun yang akan datang ke Indonesia diberi hak kewarganegaraan. 

"Kami menyeru kepada pemerantah untuk melakukan perlawanan terhadap pelaku genoside muslim Rohingya. Rezim Myanmar segera mengakhiri kebiadabannya. Pemerintah Indonesia harus segera bertindak dalam membantu etnis Rohingya," bebernya.


(ALB)