Imigran Terlibat Prostitusi, Organisasi Internasional: Mereka di Luar Kendali IOM

Anwar Sadat Guna    •    Jumat, 09 Sep 2016 12:57 WIB
keimigrasian
Imigran Terlibat Prostitusi, Organisasi Internasional: Mereka di Luar Kendali IOM
Suasana di depan Hotel Kolekta yang menampung imigran di Batam, MTVN - Anwar Sadat Guna

Metrotvnews.com, Batam: International Organization of Migrasi (IOM) Indonesia mendapat kabar soal penangkapan 10 imigran di Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Sepuluh orang itu dibekuk polisi, kemarin, atas dugaan terlibat dalam kegiatan prostitusi di Batam.

Project Manager IOM Indonesia Paul Dillon mengatakan penangkapan itu mengejutkan. Penangkapan dilakukan di lokasi penampungan yang mendapat bantuan dari IOM Batam.

Lantaran itu, kata Paul, ia masih berkomunikasi dengan IOM di Batam soal detail kejadian. Namun Paul menegaskan tindakan sepuluh orang itu murni berkaitan dengan kasus pidana.

"Perlu kami sampaikan bahwa hal ini di luar kendali kami karena mereka (imigran yang terlibat prostitusi) tidak dapat bantuan dari IOM," kata Paul kepada Metrotvnews.com.


(Hotel Kolekta yang menjadi tempat penampungan imigran di Batam, MTVN - Anwar Sadat Guna)

Hingga berita ini dimuat, Jumat 9 September, kesepuluh orang itu masih dalam pemeriksaan di Polres Batam. Namun IOM enggan turut campur karena kasus tersebut merupakan wewenang keimigrasian dan kepolisian.

Paul mengakui IOM menangani dan mengawasi imigran di seluruh Indonesia. Paul membeberkan jumlah imigran di Indonesia yang berada dalam pengawasan IOM sebanyak 8.700 orang.

"Nah, di Batam ini saya belum tahu berapa jumlah imigran yang mendapatkan bantuan dari IOM," ujarnya. 

Lebih 400 imigran atau warga asing pencari suaka bermukim di Batam. Mereka ditampung di Hotel Kolekta dan Taman Aspirasi Batam. Di dua tempat penampungan itu, imigran mendapat bantuan dari IOM.


(Seorang imigran yang dibekuk di Batam, MTVN - Anwar Sadat Guna)

Pada Kamis 8 September, petugas membekuk 10 imigran di beberapa pusat kebugaran di Batam. Mereka bebas keluar masuk dari tempat penampungan.

Dugaan sementara, mereka terlibat dalam aktivitas prostitusi. Bahkan, beberapa imigran berprofesi sebagai gigolo sejak setahun lalu.

Baca: Sepuluh WNA Diduga Gigolo Dibekuk di Batam

"Di antara mereka, ada yang mengaku sudah 6 bulan bahkan 1 tahun melakoni aktivitas itu. Mereka menjajakan diri layaknya gigolo. Dan beraksi di pusat-pusat kebugaran di kawasan Nagoya dan Jodoh, Batam," kata Oki Drajad, Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi (Wasdakim) Batam, Kamis (8/9/2016). 



(RRN)