31 Titik Panas Bertahan di Sumatera

Antara    •    Senin, 05 Sep 2016 11:22 WIB
kebakaran hutan
31 Titik Panas Bertahan di Sumatera
Foto ilustrasi. (ant/Muhammad Adimaja)

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan 14 titik panas muncul di Provinsi Riau setelah beberapa hari terakhir nihil.

"Titik panas pagi ini di Sumatera terdeteksi satelit bertahan sejak kemarin atau Minggu (4/9) sore 31 titik, 14 titik di antaranya berada di Riau," papar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Slamet Riyadi di Pekanbaru, Senin (5/9/2016).

Baca: Perusahaan Diduga Dalangi Penyanderaan Penyidik KLHK

Padahal, lanjutnya, kemarin sore atau malam tadi, terpantau hujan turun pada sebagian wilayah di Provinsi Riau dengan intensitas ringan hingga sedang. Seperti Pangkalan Kerinci dan sekitarnya di Pelalawan 40 milimeter (mm).

Lalu, Selat Panjang di Kepulauan Meranti terpantau 19 mm, Bangkinang di Kampar 14,9 mm, Dumai 15 mm, Koto Kampar di Kampar 9,2 mm, Rengat di Indragiri Hulu 8,3 mm, dan Pekanbaru 3,2 mm.

Untuk jarak pandang berbagai darah di Riau seperti Pelalawan pagi ini terpantau empat kilometer (km) dengan potensi hujan dan petir. Di Dumai lima km dengan kondisi udara kabur. Di Rengat lima km dengan potensi hujan dan Pekanbaru 10 km.

Slamet melanjutkan, 14 titik panas di Riau itu tersebar di tujuh kabupaten. Yakni, Rokan Hulu lima titik, Pelalawan dua titik, Bengkalis Kampar, Rokan Hilir, Siak dan Indragiri Hilir masing-masing satu titik.

Empat titik di antaranya, kata dia, memiliki tingkat kepercayaan lebih dari 70 persen atau berpotensi karlahut. "Empat titik api tersebut berada di Rokan Hulu tiga titik dengan masing-masing di Rambah, Rokan IV Koto dan Tambusai. Satu titik lagi berada di Bengkalis tepatnya di Bantan," ucapnya.

Empat belas titik panas di Riau merupakan bagian dari 31 titik panas di Pulau Sumatera. Titik panas itu menyebar di lima provinsi.

"Yakni Lampung terpantau enam titik, Sumatera Barat lima titik, Sumatera Selatan tiga titik, Sumatera Utara dua titik dan Bangka Belitung satu titik," beber Slamet.

Berkurang

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar pekan lalu mengaku saat ini kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi pada sejumlah wilayah di Tanah Air. Namun tidak separah dibanding tahun 2015.

Siti menuturkan jumlah titik panas tercatat secara nasional berkurang 70-90 persen dari periode yang sama tahun lalu, yakni dari 8.247 menjadi 2.356 titik.

Baca: Tanggapan Menteri LHK Terkait Penyanderaan di Rohul

Penurunan titik panas tersebut terjadi di Riau dan Kalimantan Tengah. Tahun 2015 terdapat 1.292 titik panas di Riau. Di provinsi tersebut baru tercatat 317 titik tahun ini.

Sedangkan di Kalimantan Tengah, dari 1.137 titik panas tahun lalu, turun menjadi 56 titik panas pada 2016.

"Penurunan titik panas tidak lepas dari upaya tiada henti tim terpadu di lapangan," ucapnya.


(SAN)