Musim Kemarau di Sumut Diprediksi Hingga Agustus

Farida Noris    •    Rabu, 27 Jul 2016 18:53 WIB
kemarau
Musim Kemarau di Sumut Diprediksi Hingga Agustus
Ilustrasi--Petani menanam padi di tepian Sungai Batanghari yang surut akibat kemarau di Teluk Kenali, Telanaipura, Jambi, Minggu 26 Juni 2016 (Foto: Ant/Wahdi Septiawan)

Metrotvnews.com, Medan: Musim kemarau di Sumatera Utara diprediksi akan berlangsung hingga pertengahan Agustus. Suhu udara pada siang hari akan mencapai 30 derajat celcius hingga 35 derajat celcius.

"Sumut tidak masuk dalam anomali cuaca. Di Sumut masih musim kemarau hingga Agustus," kata Kepala Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah I Medan Sunardi di Medan, Sumatera Utara, Rabu (27/7/2016).

Sunardi mengatakan, meski wilayah Sumatera Utara masih dilanda musim kemarau, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang tetap terjadi. Khususnya di kawasan Pantai Timur, Pantai Barat, dan lereng pegunungan.

"Masih terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada sore dan malam hari. Untuk gelombang perairan juga terpantau masih tinggi seperti di perairan Kepulauan Nias-Sibolga mencapai 3 meter. Jadi nelayan tradisional diharapkan tidak melaut terlalu jauh karena berbahaya," ujar dia.

Sunardi juga mengimbau pada masyarakat mewaspadai angin puting beliung. BMKG memprediksi angin kencang akan melanda wilayah Pantai Timur meliputi Kabupaten Langkat, Binjai, Medan, Deliserdang, Serdang Bedagai, Batubara, dan Tanjungbalai.

"Kecepatan angin mencapai 20 knot. Karena itu angin puting masih berpotensi terjadi. Sedangkan bencana longsor potensinya rendah. Mengingat di Sumut terjadi musim kemarau, masyarakat diminta tidak sembarangan membuang puntung rokok yang bisa memicu kebakaran hutan," imbuh dia.


(TTD)