Bupati Ajukan Penangguhan Penahanan Tersangka Kebakaran Sumur Minyak

Antara    •    Rabu, 02 May 2018 17:37 WIB
kebakaran
Bupati Ajukan Penangguhan Penahanan Tersangka Kebakaran Sumur Minyak
Penanganan ledakan sumur ilegal di Aceh Timur. (ANT/Rahmad)

Idi, Aceh: Bupati Aceh Timur, H Hasballah HM Thaib, mengajukan surat jaminan penangguhan penahanan terhadap lima tersangka kasus ledakan dan kebakaran sumur minyak di Kecamatan Ranto Peureulak.

"Hari ini kita mengajukan jaminan penangguhan penahanan, mudah-mudahan penyidik mengabulkan," kata Hasballah usai menjenguk lima tersangka di Sel Tahanan Mapolres Aceh Timur di Peudawa, Rabu, 2 Mei 2018.

Hasballah mengatakan penangguhan penahanan itu mengingat salah satu tersangka merupakan Kepala Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, dan Ketua Pemuda Pasir Putih, serta tiga warga lainnya yang sebelumnya diperiksa sebagai saksi kini menjadi tersangka ditahan untuk memudahkan proses hukum.

Menurut bupati yang akrap disapa Rocky itu, banyak persoalan di desa yang harus diurus kepala desa, seperti laporan pertanggujawaban alokasi dana gampong/desa (ADG) dan administrasi lain yang tidak boleh diwakili.

"Oleh karenanya, kita mengajukan jaminan penangguhan penahanan terhadap kepala desa, ketua pemuda, dan tiga warga lainnya. Tapi perlu diingat ini bukan bebas dari proses hukum, namun sebatas melakukan penangguhan penahanan," kata Rocky.

Baca: Tersangka Kebakaran Sumur Minyak di Aceh Bertambah

Untuk kelancaran tugas-tugas sebagai aparatur desa maka pihaknya bersama keluarga mengajak untuk mendukung mengajukan penangguhan penahanan terhadap kepala desa, ketua pemuda, dan tiga warga lain yang sudah ditetapkan sebagai tersangka terkait ledakan sumur minyak di pedalaman Aceh Timur, pekan lalu.

Diberitakan, ledakan dan kebakaran sumur minyak terjadi di Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Rabu, 24 April dinihari, mengakibatkan 21 orang meninggal, 36 orang kritis, dan 3 unit rumah ludes terbakar serta 483 orang harus mengungsi.


(ALB)