Tim SAR di Simalungun Mulai Berkemas

Antara    •    Selasa, 03 Jul 2018 14:22 WIB
kapal tenggelam
Tim SAR di Simalungun Mulai Berkemas
Keluarga korban tabur bunga di Danau Toba sebagai penghormatan pada korban KM Sinar Bangun yang tenggelam pada 18 Juni 2018, dok istimewa

Simalungun: Tim SAR gabungan di Simalungun, Sumatera Utara  mulai berkemas. Hal itu dilakukan pascaditutupnya pencarian dan evakuasi bangkai Kapal Motor (KM) Sinar Bangun 6 yang tenggelam di Danau Toba, Sumatera Utara.

Di lokasit, terlihat personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara mulai mengangkut perahu karetnya dari perairan Danau Toba dan dinaikkan ke truk.

Namun di Pelabuhan Tigasras yang menjadi posko utama pencarian belum
terlalu menonjol aksi berkemasnya karena masih menggelar doa bersama, tabur bunga, dan peletakan batu pertama pembangunan monumen KM Sinar Bangun.

Baca: Pencarian 164 Penumpang KM Sinar Bangun Resmi Ditutup

Kepala Kantor SAR Medan, Budiawan menyebutkan dari pertemuan yang difasilitasi Pemkab Simalungun pada Minggu 1 Juli, keluarga korban sudah mengikhlaskan pemberhentian proses pencarian tersebut.

Namun, tambahnya penutupan proses pencarian KM Sinar Bangun tersebut hanya
untuk operasi di tingkat nasional. Sedangkan untuk tingkat lokal, proses pencarian masih tetap dilakukan dengan pemantauan secara berkesinambung terhadap perairan Danau Toba.

SAR Posko Parapat akan terus memantau permukaan Danau Toba guna mengetahui kemungkinan adanya jasad penumpang KM Sinar Bangun yang muncul ke permukaan.

"Ada kapal 412 dan LCR yang terus melakukan patroli," katanya.

Jika menemukan adanya jasad yang muncul ke permukaan atau informasi dari masyarakat, personel SAR akan turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi.

Pada masa penutupan proses pencarian itu, dilakukan peletakan batu pertama pembangunan monumen KM Sinar Bangun yang difasilitasi Pemkab Simalungun.

Di momumen tersebut, akan dicantunkan nama 164 penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam dan belum berhasil ditemukan.

"Semacam monumen tsunami Aceh, itu akan dilakukan pemda," ujar Budiawan.

Sebelumnya, kapal kayu KM Sinar Bangun yang mengangkut seratusan penumpang dilaporkan tenggelam di perairan Danau Toba, antara Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir dan Desa Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin 18 Juni sekitar pukul 17.30 WIB.

Dalam proses pencarian, tim gabungan telah menemukan 21 korban selamat dan tiga korban tewas.



(ALB)