Fahrizal Pijat Ibu Sebelum Tembak Adik Ipar

Farida Noris    •    Kamis, 05 Apr 2018 19:20 WIB
penembakan
Fahrizal Pijat Ibu Sebelum Tembak Adik Ipar
Kapolda Sumut dalam gelar perkara penembakan yang dilakukan Wakapolres Lombok Tengah di Medan, Kamis, 5 April 2018, Medcom.id - Farida

Medan: Wakapolres Lombok Tengah Kompol Fahrizal sempat memijat ibunya yang sakit. Beberapa saat kemudian, Fahrizal melepaskan tembakan ke adik iparnya, Jumingan.

Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw mengatakan peristiwa itu terjadi pada Rabu malam, 4 April 2018. Lokasi penembakan di rumah Jumingan di Jalan Tirtosari, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Sumut.

Kedatangan Fahrizal dari Lombok, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk menjenguk ibunya yang sedang sakit di Medan. Henny, adik Fahrizal, menyambut kedatangan kakaknya. Mereka lalu berbincang-bincang di ruang tamu.

"Saat itu, Fahrizal duduk bersama ibunya, istri Fahrizal, korban, dan saksi Henny," kata Paulus di Mapolda Sumut, Kota Medan, Kamis, 5 April 2018.

Kemudian, Henny ke dapur untuk membuatkan minum. Saat Henny kembali ke ruang tamu, ia melihat Fahrizal memijat tubuh ibunya. Selagi asyik bercengkerama, tiba-tiba Fahrizal mengarahkan senjata api ke ibunya.

"Karena melihat kejadian tersebut korban Jumingan langsung melarang tersangka dengan mengatakan 'Jangan Bang'. Namun Fahrizal balik menodongkan senjata apinya ke korban Jumingan. Seketika itu senjata api di tangan Fahrizal meletus dan mengenai korban," pungkasnya.

Menurut Henny, ia mendengar bunyi tembakan hingga lima hari. Henny ketakutan. Ia lalu masuk ke kamarnya dan mengunci diri.

"Lalum Fahrizal membawa ibunya ke Polrestabes Medan. Fahrizal menyerahkan senjata apinya ke Wakapolrestabes Medan," tutur Paulus.

Kasus itu, lanjut Paulus, dalam penanaganan Subdit III/Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut. Penyidik memeriksa keterangan sejumlah saksi termasuk ibu pelaku, Henny, dan istri pelaku.

"Modus masih dalam pendalaman. barang bukti yang didapat di TKP yakni satu pucuk senjata revolver, enam butir selongson amunisi, satu butir proyektil, satu buah kartu senpi dan satu buah KTA termasuk senpi," urainya.


(RRN)