Sepi Penumpang, Penerbangan Banyak Batal

Media Indonesia    •    Rabu, 23 Jan 2019 10:12 WIB
pesawat
Sepi Penumpang, Penerbangan Banyak Batal
ilustrasi Medcom.id

Pekanbaru: Harga tiket penerbangan yang melambung berbuntut pada sepinya penumpang di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Bahkan, kondisi yang telah berlangsung sejak awal Januari itu mengakibatkan banyak maskapai penerbangan yang membatalkan jadwalnya.

Pantauan Media Indonesia di Bandara SSK II Pekanbaru, kemarin, sedikitnya ada tujuh jadwal penerbangan yang dibatalkan. Ketujuhnya, yakni Lion Air nomor penerbangan JT 294 tujuan Medan pada jadwal 18.25 WIB, Lion Air JT 295 pukul 18.25 WIB tujuan Jakarta. Garuda Indonesia GA 199 pukul 18.55 WIB tujuan Jakarta, Wing Air ID 6853 pukul 19.30 WIB batal berangkat.

Selanjutnya, Citi Link QG 938 pukul 19.45 WIB tujuan Jakarta batal berangkat. Wing Air ID 6859 pukul 20.25 WIB tujuan Jakarta, dan Lion Air JT 297 pukul 21.15 WIB tujuan Jakarta.

General Manager Bandara SSK II Pekanbaru Jaya Tahoma Sirait membenarkan hal itu dan mengatakan sedikitnya dari awal Januari hingga kini tercatat 433 jadwal penerbangan batal. 

"Ada 20 penerbangan batal setiap harinya," kata Tahoma, Selasa, 22 Januari 2019.

Baca: Dugaan Kartel Tiket Pesawat Ditelusuri

Dari Pangkalpinang dilaporkan maskapai Lion Air dan Wing Air secara resmi memberlakukan tarif bagasi berbayar. Plt Manager Airport Lion Air Pangkalpinang, Dedy Setiawan, mengatakan tarif bagasi berbeda-beda, seperti rute Jakarta-Pangkalpinang dikenai Rp14 ribu/kg. Tarif juga berbeda bagi konsumen yang membeli bagasi di bandara atau on the spot yang ditetapkan Rp25 ribu per kilo.

Ditemui terpisah, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengemukakan pemerintah akan menerapkan subsidi silang tiket menuju Papua. Di depan pembekalan calon wisudawan Sekolah Pascasarjana UGM kemarin, Budi mengatakan, subsidi silang semacam ini sudah diterapkan salah satunya pada penerbangan Jakarta-Yogyakarta.

Seorang wisudawan asal Timika, Papua, Siska Sroyer, kepada Menhub sebelumnya menyampaikan mahalnya harga tiket penerbangan itu. "Saya harus mengeluarkan biaya Rp4.925.000 untuk tiket menuju Papua," kata Siska.




(ALB)