Simpan 29 Kg Ganja, Tukang Ojek di Pesisir Selatan Ditangkap

ant    •    Kamis, 09 Aug 2018 16:50 WIB
ganja
Simpan 29 Kg Ganja, Tukang Ojek di Pesisir Selatan Ditangkap
ilustrasi Medcom.id

Padang: Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Sumbar), menangkap seorang tukang ojek berinisial SC di Pesisir Selatan, Senin, 6 Agustus 2018. Ia ditangkap lantaran menyimpan 29 kilogram ganja dan mengedarkannya. 

"SC ditangkap berdasarkan pengembangan yang dilakukan polisi," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar Kombes Pol Kumbul KS, Rabu 8 Agustus 2018.

SC yang diketahui warga Kapehpanji Jaya Talaok, Kecamatan Bayang, Pesisir Selatan, menyimpan ganja di bawah tempat tidur. Hasil interogasi, SC mengaku barang haram itu dijemputnya langsung ke daerah Aceh.

"Ganja itu dijemput ke Aceh menggunakan mobil rental, dia mengaku barang itu awalnya sebanyak 50 kilogram, tapi sebagian sudah diedarkan, salah satunya ke daerah Jambi," ungkapnya. 

SC diduga merupakan bandar lintas provinsi yang menjadi pemasok barang kepada bandar-bandar kecil. "Ia membeli ganja langsung ke Aceh, kemudian disimpan terlebih dahulu di
rumahnya sebelum dijemput oleh pengedar-pengedar kecil," ucapnya.

Terbongkarnya perbuatan SC berawal ketika Satuan Reserse Narkoba Polres Bukittinggi menangkap tersangka A di depan Klinik Bersalin Rahma Bukittinggi, pada Minggu 5 Agustus, sekitar pukul 16.30 WIB.

Dari tangan tersangka A polisi berhasil mengamankan barang bukti ganja sebanyak tiga kilogram.
"Tersangka A mengaku ganja didapatkan dari SC di Pesisir Selatan, Polres akhirnya berkoordinasi dengan Direktorat Narkoba Polda Sumbar untuk memburu tersangka SC," tuturnya.

Perbutan para tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (2), pasal 111 ayat (2) Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Sebelumnya pada Minggu 5 Agustus, jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumbar juga menangkap tiga tersangka dengan barang bukti sabu-sabu satu Kilogram lebih.

"Kami akan terus bekerja maksimal untuk memberantas peredaran narkoba, khususnya Sumbar, narkoba adalah musuh bersama dan mengancam generasi muda," kata Kumbul.



(ALB)