Polisi Uji Balistik Senjata Kompol Fahrizal

Farida Noris    •    Minggu, 08 Apr 2018 11:47 WIB
penembakan
Polisi Uji Balistik Senjata Kompol Fahrizal
Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw bersama tersangka Wakapolres Lombok Tengah, Kompol Fahrizal, 41, di Mapolda Sumut, Kamis, 5 April 2018.

Medan: Polisi masih memeriksan kondisi kejiwaan Wakapolres Lombok Tengah Kompol Fahrizal, 41, yang menembak adik iparnya, Jumingan, 33 sebanyak enam kali di kepala dan dada. 

"Akan dilakukan uji balistik terhadap senjata yang digunakan tersangka menembak adik iparnya," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting, Sabtu 7 April 2018 malam.

Rina menuturkan, penyidik Ditreskrimum Polda Sumut telah memeriksan 10 saksi yakni enam di antaranya tetangga dan 4 orang lainnya dari keluarga. Saat ini, kejiwaan Fahrizal masih didalami melalui MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory).

"Diperiksa di ruangan Reskrimum Polda oleh dokter ahli jiwa. Dan akan dilanjutkan pemeriksaan kejiwaan lanjutan terhadap Kompol Fahrizal dan keluarga oleh Dokter Ahli Jiwa dari Pusdokkes Mabes Polri," ujar Rina.

Baca: Kompol Fahrizal Jalani Pemeriksaan Kejiwaan

Rina mengungkap, keterangan semetara, Fahrizal mengaku sengaja menembak Jumingan setelah mendengar bisikan di telingan kanan.

"Bisikan mengatakan 'ini jahat tembak saja',"  jelas Rina. 

Seperti diketahui, Kompol Fahrizal tega menembak mati adik iparnya Jumingan, Rabu 4 April 2018 malam. Tersangka meletuskan senjata sebanyak enam kali hingga korban tewas. Jasad Jumingan kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk autopsi. Sementara Fahrizal sudah menyerahkan diri ke Polda Sumut.

Fahrizal saat ini menjabat Wakapolres Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Sebelumnya dia menduduki sejumlah posisi di jajaran Polda Sumut, seperti Kasat Reskrim Polres Labuhan Batu, Kasat Reskrim Polresta Medan, kemudian menjadi Wakasat Reskrim Polrestabes Medan. 

Baca: Wakapolres Lombok Tengah Diduga Langgar Prosedur


(LDS)