Keterbatasan Komputer, UNBK Dibagi Tiga Sesi

Anwar Sadat Guna    •    Rabu, 04 Apr 2018 17:33 WIB
ujian nasional
Keterbatasan Komputer, UNBK Dibagi Tiga Sesi
Siswa SMKN 2 Batam mengerjakan soal Bahasa Inggris di hari ketiga UNBK, Rabu, 4 April 2018.

Batam: Ratusan siswa SMKN 2 Batam mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Rabu, 4 April 2018. Tapi, ujian tidak berlangsung serentak, ujian berbasis komputer itu dibagi tiga sesi karena keterbatasan komputer.

Kepala SMKN 2 Batam, Nursya'Bani mengatakan, total ada 400 siswa SMKN 2 Batam yang mengikuti UNBK 2018. Karena keterbatasan komputer di sekolah, UNBK dibagi tiga sesi setiap harinya. Satu sesi diikuti sekitar 140 siswa. Mereka dibagi dalam tujuh ruang kelas. 

"Alhamdulillah sejauh ini UNBK berjalan lancar. Jaringan lancar, komputer juga tersedia, dan listrik tidak pernah padam. Kami sudah berkoordinasi dengan PLN Batam agar tidak terjadi pemadaman listrik saat UNBK berlangsung," ujarnya. 

Tahun ini, tambah Ketua Panitia UNBK SMKN 2 Batam, Isnaneli, sekolahnya menargetkan tingkat kelulusan 100 persen. Tahun lalu, SMKN 2 mampu meluluskan seluruh siswanya yang berjumlah 380 orang. 

"Tahun 2017, sekolah kami juga masuk peringkat 10 besar dengan nilai kelulusan tertinggi di Kepri," ujarnya. 

Di hari ketiga UNBK ini,  seluruh siswa Kelas 12 mengikuti ujian Bahasa Inggris. Selain terbiasa, ujian yang diikuti kali ini memberi pengalaman menarik bagi siswa. 

"Ada serunya juga, karena materi yang diujikan dalam ujian Bahasa Inggris ini tak hanya tertulis tetapi ada listening. Kalau dibilang susah, ya pasti ada yang susah, tetapi ada beberapa pertanyaan yang mudah dijawab," ujar Putri Mardilah, 18, siswi Kelas 12 SMKN 2 Batam yang baru saja selesai mengikuti UNBK Bahasa Inggris, Rabu, 4 April 2018. 

Putri mengaku, UNBK yang diikuti sejak hari pertama hingga ketiga berjalan lancar. Kalaupun ada kendala, kata dia, hanya di program komputer dan langsung ditangani bagian tenaga IT. Ini bukan ujian berbasis komputer pertama yang ia ikuti. 

"Pada ujian semester lalu, kami juga menggunakan sistem komputer, jadi sudah terbiasa. Tetapi UNBK yang ini agak seru sih, karena soal-soalnya langsung dari pusat dan ini jadi tantangan bagi kita juga," aku siswi jurusan akuntansi ini. 

Senada, Cyntia, 17, siswi Kelas 12 SMKN 2 Batam mengaku, meski agak sulit namun banyak soal UNBK banyak yang mampu dijawab. Soal ujian yang tersulit selama tiga hari ini, kata Cyntia, dirasakan pada materi ujian Matematika.  "Karena ada pertanyaan esai yang mesti dijawab. Tapi secara keseluruhan asyik aja, karena kami terbiasa mengikuti ujian menggunakan komputer," ujarnya. 

Siswi lainnya,  Selvia Mega, 18, mengaku agak lebih fokus saat bertemu soal-soal listening. Di situ ada 15 pertanyaan yang mesti dijawab. "Di sini (listening) yang agak sulit. Butuh konsentrasi penuh," ujarnya. 


(ALB)