Penyelundupan 1.370 Burung Murai Batu Digagalkan

Anwar Sadat Guna    •    Kamis, 24 Nov 2016 20:57 WIB
penyelundupan
Penyelundupan 1.370 Burung Murai Batu Digagalkan
Burung murai batu hasil tangkapan Polair Polda Kepri diamankan di kandang milik Balai Karantina Pertanian Batam. Foto: Metrotvnews.com/Anwar

Metrotvnews.com, Batam: Direktorat Kepolisian Perairan (Polair) Polda Kepri bersama Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sekira 1.370 burung Murai Batu asal Malaysia, di Pelabuhan Batubesar, Nongsa, Batam, Selasa 22 November 2016 sekira pukul 19.30. 

Aksi penyelundupan tersebut terungkap ketika Direktorat Polair Polda Kepri mendapatkan informasi terkait masuknya sebuah speed boat yang mengangkut ribuan burung Murai Batu asal Malaysia, di Pelabuhan Batubesar, Nongsa. 

"Tim kami langsung menuju lokasi yang dimaksud. Sesampainya di sana, petugas menemukan 1.370 ekor burung Murai Batu. Ribuan burung ditempatkan di 88 wadah di atas speed boat itu. Adapun para pelaku melarikan diri saat mengetahui tindak kejahatannya terendus polisi,"  kata Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian, di Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam, Kamis (24/11/2016). 

Seluruh barang bukti yang disita langsung diserahkan ke Balai Karantina Hewan Kota Batam untuk diperiksa kesehatan. Pemeriksaan tersebut, kata Kapolda, perlu untuk mengetahui apakah burung-burung itu bebas dari penyakit atau tidak.

"Kita harus mewaspadai penyebaran virus melalui burung yang masuk ke Batam," kata Sam. Pihaknya tetap mengerahkan personel kepolisian untuk mengejar para pelaku yang melarikan diri. Upaya penyelundupan burung Murai Batu ke Batam masih kerap terjadi. Sebelumnya, petugas juga menggagalkan penyelundupan 300 ekor Murai Batu dari Malaysia. Harga satu ekor burung ditaksir bisa mencapai jutaan rupiah.

"Ini merupakan tangkapan yang terbesar. Burung-burung ini biasanya akan dibawa ke Jawa untuk diperdagangkan di sana, Batam hanya sebagai tempat transit," kata Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam drh Suryo kepada wartawan, Kamis (24/11/2016).  

Ia mengatakan Balai Karantina Pertanian akan melakukan uji lab terhadap seluruh burung untuk memastikan apakah burung tersebut bebas dari penyakit atau tidak. Bila bebas, maka burung tersebut akan dilepas di alam terbuka. 

"Untuk burung-burung yang sudah mati, kami simpan di freezer. Ada sekitar 500-an yang dibekukan. Nantinya dimusnahkan dengan cara dibakar bila sudah ada persetujuan dari pengadilan," kata Suryo. 

Penyelundupan ribuan burung ini melanggar Pasal 5 dan Pasal 9 UU Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan.



(UWA)