173 Motor Raib, Rektorat Universitas Andalas Digugat

Yose Hendra    •    Jumat, 28 Oct 2016 17:34 WIB
pencurian
173 Motor Raib, Rektorat Universitas Andalas Digugat
Ilustrasi. Foto: MI/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Padang: Unit kegiatan mahasiswa Pengenalan Hukum dan Politik Universitas Andalas (UKM PHP Unand) melaporkan rektorat Unand ke Ombudsman Sumatra Barat karena dianggap gagal menciptakan pelayanan publik yang baik dan aman. UKM PHP Unand juga telah menyurati DPRD Sumbar untuk melakukan bersedia menerima keluhan mereka. 

Berdasarkan data Polisi Sektor (Polsek) Pauh, dari 2013 hingga 2016 sebanyak 173 kendaraan roda dua hilang di parkiran Unand. UKM PHP UNAND menilai kejadian itu menunjukkan Unand tidak serius membenahi perpakiran, terutama masalah keamanannya.

UKM PHP Unand mengaku telah mengadvokasi kasus ini sejak tiga tahun berakhir. Dalan pemaparannya, melalui juru bicara Muhammad Ichsan dan Muhammad Ridho memaparkan kronologi advokasi yang sudah dilakukan sejak Unand masih dipimpin Weri Darta Taiful.

“Pada saat itu, WR 2 (wakil rektor II) mengatakan akan mengevaluasi keamanan kampus,” ujar Ichsan dalam konfrensi pers, Jumat (28/10/2016).

Kemudian di saat pimpinan telah berganti, sambungnya, UKM PHP Unand juga melakukan aksi dan audiensi menuntut keamanan kampus pada 2 Mei 2016. Pada saat audiensi, pihak Unand berjanji akan memasang CCTV dan Barrier Gaete (palang parkir), pihak Unand menjanjikan kedua alat pendukung keamanan terpasang sebelum masa perkuliahan tahun ajaran 2016/2017 dimulai, yaitu antara Juni hingga Agustus.

“Namun, hingga kini janji itu tidak pernah ditepati,” tukasnya.

Terakhir saat dihubungi, katanya, WR2 mengungkapkan Unand tidak memiliki biaya. Namun, dalih WR 2 tersebut berbanding terbalik dengan gencarnya Unand membangun tempat bermain atau taman.

Ke depan, mahasiswa akan melaporkan Unand ke Komnas HAM karena telah melanggar hak asasi manusia, yaitu hak mahasiswa untuk mendapat rasa aman. "Setiap orang berhak untuk mendapat rasa aman," kata dia. 

Mahasiswa juga akan menyurati Kemenristekdikti sebagai pimpinan tertinggi perguruan tinggi dan juga menyurati DPR. “Kita pun sedang menggalang dana untuk membeli CCTV dan barrier gate melalui gerakan 'Sejuta Koin untuk CCTV' sejak 26 Oktober lalu,” kata dia.



(UWA)