Lebih 7.000 Warga Sumut Jadi Pasien DBD

Farida Noris    •    Selasa, 29 Nov 2016 14:29 WIB
demam berdarah
Lebih 7.000 Warga Sumut Jadi Pasien DBD
PMI sosialisasi pemberantasan sarang nyamuk penyebar DBD di Jakarta, Ant - Prasetyo Utomo

Metrotvnews.com, Medan: Sebanyak 7.168 warga di Sumatera Utara menderita demam berdarah dengue (DBD) dalam 10 bulan di 2016. Jumlah itu diperkirakan bakal bertambah di akhir tahun.

Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Sumut dr NG Hikmet mengatakan jumlah itu jauh lebih besar ketimbang 12 bulan di 2015. Dalam setahun lalu, penderita DBD sebanyak 5.688 orang.

"Kemungkinan bertambah. Sebab masih ada dua bulan lagi data yang nantinya dilaporkan," kata Hikmet di ruang kerjanya di Medan, Senin (28/11/2016).

Kasus DBD, lanjut Hikmet, meningkat di musim hujan dan banjir. Nyamuk Aedes aegypti bertelur di genangan. Bila tak dibersihkan, maka wadah yang menampung genangan itu bakal menjadi sarang nyamuk yang menyebarkan virus DBD.


(Nyamuk aedes aegypty penyebar virus DBD, Ant)

"Malah di tutup botol minuman pun kalau dibiarkan ada air, bisa menjadi tempat perindukan nyamuk DBD," urainya.

Hikmet membagikan tips sederhana untuk menghindarkan DBD. Yaitu membersihkan, mengubur, atau membakar wadah-wadah yang berpotensi menjadi tempat perindukan nyamuk.

Yang diberantas, ujar Hikmet, bukan nyamuknya. Tapi sarangnya yang diberantas agar nyamuk tak semakin berkembang. 

DBD bukan tanggung jawab Dinas Kesehatan. Seluruh masyarakat juga harus peduli dengan kebersihan dan kesehatan lingkungan.

"Jika tiap-tiap rumah melakukan itu, maka tinggal instansi yang berjalan. Itulah sebenarnya langkah efektif menanggulangi DBD. Bukan dengan foging, karena foging ini hanya semacam pemadam kebakaran saja," bebernya.


(RRN)