16 Nelayan Aceh Timur Ditahan Myanmar

Antara    •    Jumat, 09 Nov 2018 21:52 WIB
kapal nelayan
16 Nelayan Aceh Timur Ditahan Myanmar
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal

Banda Aceh: Sebanyak 16 nelayan asal Idi, Aceh Timur, ditahan di Kantor Polisi Kawthaung, Provinsi Tanintharyi, Myanmar. Sebelumnya mereka dilaporkan ditangkap di perairan Thailand.

Wakil Sekretaris Jenderal Panglima Laot Provinsi Aceh Miftach Cut Adek mengatakan informasi ditahannya belasan nelayan Aceh diterima dari Kedutaan Besar RI (KBRI) Yangon, Myamnar.

"Informasi yang kami terima, 16 nelayan Aceh tersebut ditahan di Kantor Polisi Kawthaung, Provinsi Tanintharyi. Provinsi tersebut berada di selatan Myanmar atau 850 kilometer dari Yangon, ibu kota Myanmar," kata Miftach, di Banda Aceh, Jumat, 9 November 2018.

KBRI Yangon menerima informasi penahanan kapal nelayan berbendera Indonesia oleh Angkatan Laut Myanmar. Kapal nelayan tersebut diawaki 16 anak buah kapal diduga berasal dari Aceh.

Keenam belas nelayan yang dilaporkan ditangkap tersebut, yakni Jamaluddin, Nurdin, Samidan, Efendi, Rahmat, Saifuddin, Nazaruddin, Syukri, Darman, Safrizal, Umar, M Aris, Jamaluddin, Sulaiman, M Akbar, dan Paiturahman.

Informasi tersebut, lanjut Miftach, sesuai kabar yang diterima dari Panglima Idi Rayeuk, yang melaporkan 16 nelayan yang melaut dengan Kapal Motor (KM) Bintang Jasa. Kapal yang berangkat dari Kuala Idi, Aceh Timur, pada 31 Oktober 2018.

"Mereka ditahan karena masalah imigrasi, masuk perairan Myanmar tanpa izin. KBRI Yangon telah berkomunikasi dengan kepolisian Kawthaung dan membenarkan penahanan tersebut," kata dia.

Miftach Cut Adek mengatakan informasi seorang nelayan meninggal masih simpang siur. Informasi ini juga belum dapat dikonfirmasi otoritas Myanmar.

Tim dari KBRI Yangon telah berkoordinasi dengan pihak Myanmar guna mendapat akses bertemu dengan nelayan Aceh. Rencananya, tim KBRI akan bertemu dengan mereka Sabtu, sore, 10 November 2018.


(SUR)