Peneror Rumah Ibadah di Medan Beri Keterangan Berbelit-belit

Budi Warsito    •    Selasa, 30 Aug 2016 17:55 WIB
bom bunuh diri
Peneror Rumah Ibadah di Medan Beri Keterangan Berbelit-belit
Rumah pelaku di Jalan Setia Budi Kota Medan, Sumatera Utara dipasangi garis polisi. Foto: Metrotvnews.com/Farida

Metrotvnews.com, Medan: Penyidik Polresta Medan, Sumatera Utara, kesulitan menggali keterangan IAH, 17, pelaku penyerangan rumah ibadah Santo Yosep, Medan. Sebab, IAH berbelit-belit dalam menyampaikan keterangan.

‎"Sampai saat ini, keterangan tersangka masih berbelit belit," kata Kepala Sub Direktorat Penerangan Masyarakat Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Utara AKBP MP Nainggolan, Selasa (30/8/2016).

IAH mengaku aksi penyerangan di rumah ibadah Santo Yosep itu ia lakukan seorang diri tanpa ada yang memerintahkan. Namun, keterangan sebelumnya kepada penyidik, ada orang yang menyuruhnya melakukan aksi bom bunuh diri itu. 

MP Nainggolan mengatakan, hasil penyelidikan sementara bahwa pelaku tidak masuk dalam jaringan kelompok radikal mana pun yang ada di Tanah Air.

"Dia (IAH) tidak ada masuk dalam jaringan atau kelompok. Dia mengaku main tunggal," tutur dia.

Hingga saat ini, polisi masih mendalami motif penyerangan itu. IAH pun masih diperiksa di Markas Polresta Medan, didampingi orangtuanya.

IAH berupaya meledakkan bom di rumah ibadah Santo Yosep, Minggu pagi 28 Agustus. Tak hanya itu, dia juga menyerang pemuka agama Albert S. Pandingan saat akan berkhotbah di depan mimbar. IAH menghampiri Albert sambil membawa sebilah pisau dapur setelah salah satu bom rakitan yang digendongnya meletup.

Albert terkena sabetan pisau di lengan kirinya. Namun, umat yang tengah beribadah langsung membekuk pelaku.


(TTD)