Jumlah Warga Sakit Akibat Asap Melonjak

   •    Minggu, 28 Aug 2016 14:56 WIB
kebakaran hutan
Jumlah Warga Sakit Akibat Asap Melonjak
Kepulan asap membubung di areal hutan dan lahan yang terbakar di Desa Medang Kampai, Dumai, Riau, Senin (9/8/2016). Foto: Antara/Rony Muharrman

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Jumlah warga sakit akibat polusi asap kebakara lahan dan hutan di Kabupaten Bengkalis, Riau, meningkat.

"Tercatat dalam sehari ada 69 orang warga Bengkalis yang sakit akibat polusi asap. Padahal, sebelumnya nihil," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Pusat Penanggulangan Krisis Diskes Riau, Jon Kenedy, mengutip laporan dari Dinas Kesehatan Riau, seperti dilansir Antara, Minggu (28/8/2016).

Jumlah tersebut antara lain, sebanyak 63 orang terkena infeksi saluran pernafasan akut, empat orang terkena iritasi kulit, dan masing-masing satu orang terkena asma dan iritasi mata.

"Asap di Bengkalis cukup parah sehingga warga banyak yang mulai sakit," katanya.

Ia mengatakan Dinas Kesehatan Riau berupaya membantu instansi kesehatan setempat yang terkena dampak polusi asap kebakaran lahan dan hutan di Riau.

Untuk di Bengkalis, pihaknya sudah mengirimkan 10 ribu masker medis yang bisa dibagikan kepada masyarakat dan fasilitas pelayanan kesehatan. "Puskesmas diminta untuk siaga," ujarnya.

Ia mengatakan dinas kesehatan juga terus melakukan penyuluhan akan bahaya kebakaran lahan dan polusi asap kepada masyarakat dengan menggunakan mobil ambulans.

"Mobil ambulans berkeliling untuk mengedukasi masyarakat supaya mengurangi kegiatan di luar ruangan ketika asap pekat," ujarnya.

Berdasarkan data Satgas Siaga Darurat Kebakaran Lahan dan Hutan Riau, kualitas udara di Bengkalis, seperti di Duri, kondisinya sudah tidak sehat. Bahkan, di Kota Dumai kualitas udara sudah dalam taraf berbahaya karena Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai angka 369.

Sementara itu, Komandan Satgas Siaga Darurat Karlahut Riau Brigjen Nurendi mengatakan terjadi pergeseran pola pembakaran lahan yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab.

Titik api cenderung makin banyak pada sore hingga malam hari terutama pada hari libur yakni Sabtu dan Minggu.

"Kita memang memerlukan peningkatan operasi penindakan karena upaya pencegahan sudah kita lakukan, sampai ada satu anggota kita yang menjadi korban jiwa tapi ada saja masyarakat yang tetap membakar," kata Nurendi.

Ia mengatakan kini kebakaran terus terjadi daerah pesisir Utara Riau seperti Rokan Hilir, Kota Dumai, Bengkalis, Siak. Selain itu, kebakaran juga terjadi di Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, dan  Kota Pekanbaru di bagian Selatan Riau.


(UWA)