Mensos: Peneror Gereja Medan Harus Direhabilitasi

Farhan Dwitama, Farida Noris    •    Rabu, 31 Aug 2016 12:35 WIB
bom bunuh diri
Mensos: Peneror Gereja Medan Harus Direhabilitasi
Polisi gelar olah TKP di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep di Jalan Dr Mansur Medan, Senin (29/8/2016). (Metrotvnews.com/Farida Noris)

Metrotvnews.com, Tangerang: Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyebutkan anak-anak pelaku tindak kejahatan seperti percobaan aksi teror gereja di Sumatera Utara, perlu direhabilitasi. 

Dia menyebutkan, peneror berinisial IAH itu terpengaruh doktrin yang menyesatkan. Karenanya, IAH perlu direhabilitasi untuk mendapat pendidikan yang baik dan pembelajaran agama yang bagus agar tidak terjerumus.

"Yang seperti itu harus direhab dan menjalani penanganan khusus," bilangnya, di Hotel Grand Serpong, Kota Tangerang, semalam.

Sementara, Makmur Hasugian, ayah IAH, berharap pemerintah mengawasi konten radikalisme di internet. Dia mengaku remaja 17 tahun itu mempelajari cara merakit bom dari internet. 

"Dia (IAH) pun hobi main internet itu. Kalau internet itu kita nyatakan sudah kebablasan, ya betul. Tapi masalahnya sekarang, sisi positifnya ada sisi negatifnya ada," kata dia, Rabu (31/8/2016).

Sebelumnya, percobaan bom bunuh diri terjadi di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep di Jalan Dr Mansur Medan, Minggu (28/8/2016) pagi. Ledakan yang diduga bom berkekuatan rendah itu terjadi sekitar pukul 08.20 WIB saat Pastor Albert Pandiangan, selesai membaca kitab suci.

Saat itu, tas ransel yang dibawa IAH meledak. Tersangka duduk di kursi barisan pertama. Ia kemudian lari ke altar membawa pisau dan kapak.

Dia melompati tangga dan menghampiri Albert yang masih berada di mimbar. Albert turun dari mimbar, tetapi dikejar oleh IAH yang hendak mengampaknya. Pelaku yang sempat menusuk lengan kiri Albert kemudian ditangkap umat.

Polisi yang tiba sesaat kemudian menyisir gereja. Pada pukul 10.10 WIB, Tim Penjinak Bahan Peledak Polda Sumut meledakkan bahan peledak yang masih tersisa di halaman gereja.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan tersangka IAH, 17, diduga nekat melakukan aksi teror karena terinspirasi oleh salah satu tokoh Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), Abu Bakr Al-Baghdadi.

Pelaku diduga merakit bomnya dengan belajar dari internet di warnet milik abangnya dan tak terkait dengan jaringan teroris manapun.


(SAN)