Densus 88 Ambil Alih Penyelidikan Bom Bunuh Diri Medan

Budi Warsito    •    Selasa, 30 Aug 2016 21:55 WIB
bom bunuh diri
Densus 88 Ambil Alih Penyelidikan Bom Bunuh Diri Medan
Pelaku percobaan bom bunuh diri, IAH, tengah diinterogasi. Foto: Polresta Medan

Metrotvnews.com, Medan: Penyelidikan kasus aksi percobaan bom bunuh diri yang dilakukan IAH, 17, di Gereja Santo Yosep di Jalan Dr Mansur, Medan, diambil alih Datesemen Khusus (Densus) 88.

Pengambilalihan penyidikan dilakukan karena IAH, 17, masih tutup mulut terkait motif dari aksinya. "Saat ini berkasnya sudah ada di Densus 88," kata Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Fahrizal, di Mapolresta Medan, Selasa (30/8/2016). 

Untuk mengetahui motif sebenarnya dari insiden teror itu, polisi juga memanggil ayah dan ibu kandung pelaku. Orang tua pelaku memberikan surat akta lahir serta biodata IAH yang diketahui baru saja menamatkan SMA.

"Kami diminta datang untuk menyerahkan akta kelahiran karena anak kami ini masih di bawah umur," kata ayah pelaku, Makmur Hasugian, di Gedung Satreskrim Polresta Medan.

Penyelidikan awal, IAH mengaku terinspirasi dari penyerangan di Perancis. Sehingga, pelaku nekat melakukan aksi teror di gereja. Namun, pengakuan tersebut dirasa masih belum cukup.

IAH ditangkap usai menebar teror bom dan berupaya menyerang pemuka agama di Gereja Santo Yosep pada Minggu 28 Agustus pagi. Dia diduga ingin meledakkan bom yang dibawanya. Pemuda ini diringkus jemaat saat menyerang Pastor Albret S. Pandiangan dengan pisau. 

Polresta Medan telah menetapkan IAH sebagai tersangka kasus percobaan peledakan bom rakitan di Gereja Santo Yosep. IAH dijerat UU Nomor 15 tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme dan UU Darurat Nomor 12 tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api dan Bahan Peledak. 

Selain itu, IAH juga dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan.


(UWA)