Tahun Depan, Posko Pengaduan Kekerasan Dibentuk di SD hingga SMP

Rendy Ferdiansyah    •    Rabu, 08 Nov 2017 10:17 WIB
pendidikan
Tahun Depan, Posko Pengaduan Kekerasan Dibentuk di SD hingga SMP
Ilustrasi kekerasan, MTVN - M Rizal

Metrotvnews.com, Pangkalpinang: Posko pengaduan kekerasan bakal dibentuk di seluruh sekolah di Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung. Itu bertujuan mengantisipasi dan menangani tindak kekerasan di lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang, Edison Taher, mengatakan pembentukan posko dilakukan pada 2018. Posko dibentuk di seluruh jenjang mulai Sekolah Dasar hingga SMP. Sementara posko di SMA/sederajat sudah dibentuk.

"Hingga kini, belum ada SD maupun SMP di Pangkalpinang yang memiliki posko pengaduan. Nanti kami akan segera sosialisasikan. Insyaallah, tahun depan, semua sekolah sudah punya posko pengaduan," kata Edison di Pangkalpinang, Rabu 8 November 2017.

Edison mengatakan pembentukan posko sebagai implementasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 82 Tahun 2015 tentang pencegahan dan penanggulangan tindak kekerasan di lingkungan sekolah. Edison menilai kehadiran posko untuk menciptakan rasa aman bagi seluruh siswa.

"Kami ingin kejadian-kejadian seperti video kekerasan siswa yang viral beberapa waktu lalu, akan segera diatasi," lanjut Edison.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung Muhammad Saleh mengaku posko pengaduan sudah dibentuk di SMA/sederajat. "Nomor telepon pihak sekolah pun sudah disebar untuk menyampaikan pengaduan," ujar Saleh.

Saleh meminta sekolah mengefektifkan peran posko pengaduan. Ia juga mengimbau orang tua maupun siswa yang mengetahui tindak kekerasan, segera melapor ke posko tersebut.

Beberapa hari lalu, sebuah video viral di sosial media. Video tersebut menampakkan aksi kekerasan yang terjadi di sebuah sekolah. Seseorang memukuli beberapa siswa yang mengenakan seragam.

Semula, peristiwa itu diduga terjadi di Pangkalpinang. Diduga, tindak kekerasan dilakukan seorang guru terhadap beberapa siswa di dalam kelas. Namun Dinas Pendidikan setempat membantah.

Baca: Bukan Pangkalpinang, Video Pemukulan di Sekolah Berasal dari Pontianak

Kemarin, Dinas Pendidikan Kalimantan Barat menyatakan tindak kekerasan itu terjadi di sebuah sekolah di Kota Pontianak. Bukan guru yang memukuli siswanya. Namun, seorang siswa yang tak terima dengan ejekan temannya yang melakukan tindakan tersebut. Namun, aksi tersebut tak mengakibatkan korban terluka.


(RRN)