Upaya BPJS Kesehatan Meningkatkan Kesadaran Hidup Sehat Generasi Muda

Farida Noris    •    Jumat, 22 Sep 2017 14:00 WIB
bpjs kesehatan
Upaya BPJS Kesehatan Meningkatkan Kesadaran Hidup Sehat Generasi Muda
Foto: MTVN/Farida Noris

Metrotvnews.com, Medan: BPJS Kesehatan menggelar kegiatan `BPJS Kesehatan Goes to Campus` yang dilaksanakan secara bertahap di sembilan perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Direktur Peluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari mengatakan, usia remaja termasuk yang paling rentan dan memiliki risiko besar terpengaruh lingkungan. Karenanya, para remaja diharapkan menjadi peserta JKN-KIS.

"Faktanya, penyakit katastropik seperti stroke, gagal ginjal, jantung, dan hipertensi tidak hanya terjadi pada orang dewasa. Penyakit ini juga bisa terjadi pada anak-anak dan remaja," kata Andayani saat mengunjungi Universitas Sumatera Utara (USU) di Medan, Jumat 22 September 2017.

Andayani mengatakan, anak-anak dan remaja bisa terserang penyakit katastropik karena kurang olah raga dan pola makan tidak sehat. Kebiasaan hidup tidak sehat, seperti merokok, juga dapat memicu munculnya penyakit ini.

Total biaya penyakit katastropik pada rentang waktu 2014-2016 mencapai Rp36,3 triliun atau 28% dari total biaya pelayanan kesehatan rujukan. Peringkat biaya teratas diduduki oleh hipertensi dengan jumlah biaya Rp12,1 triliun, disusul diabetes mellitus sebesar Rp9,2 triliun, penyakit jantung koroner sebesar Rp7,9 triliun, dan gagal ginjal kronis sebesar Rp6,8 triliun.

"Mari kita bayangkan. Jika satu orang peserta harus melakukan operasi jantung dengan biaya Rp150 juta, maka biayanya ditanggung oleh iuran 5.882 peserta kelas 3 yang sehat. Karena bersifat gotong royong itulah, setiap peserta wajib membayar iuran bulanan tepat waktu. Kalau hanya peserta yang sakit saja yang membayar iuran, dari mana kita bisa membayar biaya pelayanan kesehatan peserta lainnya yang membutuhkan," jelas Andayani.

Andyani berharap, kegiatan `BPJS Kesehatan Goes to Campus` ini dapat menjadi media promosi pola hidup sehat kepada generasi muda. Sehingga, mereka dapat terhindar dari risiko penyakit katastropik.

Rektor USU Runtung Sitepu sangat mendukung kegiatan yang dilaksanakan BPJS Kesehatan. "Mahasiswa juga harus tahu dan memahami agar dapat menjaga kesehatannya," pungkasnya.

Delapan perguruan tinggi lain yang dikunjungi BPJS Kesehatan, yaitu Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, Universitas Sriwijaya, Universitas Sumatera Utara, Universitas Diponegoro, serta Universitas Sebelas Maret.


(NIN)