BPJS Kesehatan Sediakan Layanan Deteksi Dini Kanker Serviks

Farida Noris    •    Kamis, 13 Jul 2017 17:25 WIB
kanker serviks
BPJS Kesehatan Sediakan Layanan Deteksi Dini Kanker Serviks
Ilustrasi: Bidan menyiapkan alat yang akan digunakan pada pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) --ANTARA FOTO/Feny Selly--

Metrotvnews.com, Medan: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Medan, Sumatera Utara, menyediakan jaminan layanan deteksi dini kanker serviks kepada seluruh perempuan usia produktif. Peserta Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) tak perlu lagi cemas dengan biaya.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Medan, Asnila Dewi Harahap, mengatakan, deteksi dini kanker serviks dapat dilakukan melalui IVA/Papsmear. Jika setelah diperiksa dan peserta memerlukan penanganan lebih lanjut, peserta akan dirujuk sesuai prosedur dan ketentuan.

"Pemeriksaan IVA/Papsmear merupakan metode pemeriksaan sederhana yang memiliki tingkat akurasi tinggi, aman serta nyaman bagi pasien," kata Asnila, di sela-sela kegiatan deteksi dini kanker serviks di Puskesmas Bromo, Kamis 13 Juli 2017 yang diikuti 30 orang ibu-ibu.

Dia menjelaskan sampai dengan Mei 2017 deteksi dini yang dilakukan BPJS Kesehatan dengan metode IVA telah berhasil menjangkau 101.097 peserta, sementara Papsmear berhasil menjangkau 93.263 peserta.

"Jadi dalam memperingati hari ulang tahun BPJS Kesehatan ke-49, BPJS Kesehatan menyelenggarakan Bulan Deteksi Dini Kanker Serviks bagi peserta JKN-KIS di seluruh Indonesia yang dimulai sejak 13 hingga 31 Juli," terangnya.

Dokter obstetri ginekologi RSUP H Adam Malik, Khairani Sukatendel, menyebutkan, kanker serviks penyakit berbahaya. Data WHO ada ribuan wanita yang meninggal akibat kanker serviks. Sebanyak 270 ribu dari 500.000 penderita baru meninggal akibat penyakit ini.

"Belum ada obat sempurna untuk penyakit ini. Penyebabnya, virus HPV yang didapat karena gonta ganti pasangan, kurangnya kebersihan, merokok, stres, nutrisi, dan kurang tidur. Karenanya lakukan deteksi dini secara berkala setahun sekali, apalagi saat ini sudah bisa gratis," ucapnya.


(ALB)