Ramadhan Pohan Siap Sumpah Pocong

Farida Noris    •    Kamis, 28 Sep 2017 16:13 WIB
penipuan
Ramadhan Pohan Siap Sumpah Pocong
Ramadhan Pohan disidang sebagai terdakwa kasus penipuan di PN Medan, MTVN - Farida Noris

Metrotvnews.com, Medan: Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan bersiap untuk membuktikan dirinya bersalah. Ia bahkan siap bila harus diminta sumpah pocong.

Ramadhan menyampaikan itu dalam sidang di Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara, Kamis 28 September 2017. Ramadhan disidang sebagai terdakwa kasus penipuan senilai Rp15,3 miliar.

"Saya siap sumpah pocong dengan JPU, Linda dan RH Simanjuntak. Jika yang mereka katakan benar adanya, saya siap dilaknat Allah. Begitu juga sebaliknya," kata mantan calon wali kota Medan itu.

Ramadhan mengaku dijebak oleh pelapor RH Simanjuntak. Sebab, lanjut Ramadhan, RH Simanjuntak mengatakan suka rela membantu dirinya maju dalam Pilkada Medan 2015.

"Pada saat itu dia mengatakan suka rela membantu saya. Dia (korban) bilang mau bantu karena ingin membuat perubahan di Medan. Tapi saya tidak tahu berapa jumlah mereka bantu saya. Ada juga yang bantu saya seperti Pak Burhanuddin tapi tidak ada menuntut karena suka rela," tambahnya.

Bahkan menurut Ramadhan, dalam persidangan tidak ada bukti transaksi yang masuk ke rekeningnya. Saat persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU)  menyebut Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akna memodali Ramadhan. Tapi, ungkap Ramadhan, JPU tak menunjukkan bukti terkait pernyataan itu.

"JPU menyebutkan kalau itu sebagai dasar RH Simanjuntak mau memberikan pinjaman uang ke Ramadhan. Terlalu tidak masuk akal kalau pak SBY mengurusi dana kampanye. Tidak ada bukti atau jejek digital juga soal hal itu. Saya siap dilaknat jika apa yang dikatakan JPU, dan penggugat benar adanya dan berlaku sebaliknya," kata Ramadhan.

Sebelumnya, Ramadhan Pohan dituntut selama tiga tahun penjara dengan perintah penahanan. Sementara Savita Linda Hora Panjaitan, mantan bendahara pemenangan pasangan calon walikota Medan Ramadhan Pohan-Eddie Kusumah dituntut 1 tahun 6 bulan penjara. Keduanya dianggap bersalah melakukan tindak pidana penipuan terhadap Rotua Hotnida Boru Simanjuntak dan Laurenz Hendry Hamongan Sianipar senilai Rp 5,3 miliar.



(RRN)