5 Negara Keluarkan Imbauan Bepergian ke Bali

Arnoldus Dhae    •    Rabu, 27 Sep 2017 18:47 WIB
erupsi gunung agung
5 Negara Keluarkan Imbauan Bepergian ke Bali
Dua warga di jalan Desa Datah yang berjarak sekitar 10 kilometer dari Gunung Agung yang berstatus awas di Karangasem, Bali -- ANT/Nyoman Budhiana

Metrotvnews.com, Denpasar: Gunung Agung hingga kini masih berstatus awas. Lima negara seperti, Australia, Inggris, Amerika, Singapura dan New Zealand pun meminta warganya yang tinggal dan hendak bepergian ke wilayah dekat Gunung Agung untuk waspada.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali A.A Gede Yuniartha Putra menjelaskan, pihaknya optimis jika peringatan dari 5 negara tersebut sama sekali tidak berdampak terhadap pariwisata Bali. 

"Kami berfikir positif saja terhadap peringatan dari 5 negara untuk tidak mendekati kawasan wisata yang di seluruh Karangasem. Peringatan itu merupakan tanggungjawab sebuah negara bagi warganya selama berada di Bali atau yang hendak ke Bali," kata Gede di Denpasar, Rabu 27 September 2017. 

Menurutnya, peringatan tersebut lebih kepada bagaimana negara menasihati warganya untuk berhati-hati. "Isinya adalah larangan mendekati Gunung Agung, ikutilah arahan otoritas terkait, dan ikuti perkembangan di media tentang Gunung Agung. Tidak lebih dari itu," ujarnya.

Menurutnya, dampak Gunung Agung sama sekali tidak ada hubungannya dengan pariwisata. Bahkan, kondisi pariwisata di Bali khususnya di beberapa titik wisata di Kabupaten Karangasem masih relatif aman. 
Lokasi Gunung Agung di bagian timur Bali juga masih aman kecuali di radius 12 kilometer. Wisata di Candidase, Tulamben dan Taman Ujung masih relatif aman, dan masih banyak destinasi di Bali yang di luar radius 12 kilometer.

Ia mengatakan obyek wisata yang termasuk dalam radius bahaya seperti Pura Besakih memang sudah dikosongkan oleh otoritas terkait. Wisatawan yang ingin berwisata ke Bali bisa memilih daerah di luar radius bahaya Gunung Agung. 

"Beberapa lokasi wisata di Bali Timur saja masih aman, apalagi destinasi yang di luar wilayah Karangasem. Pasti masih aman saja," ujarnya.

Namun demikian, pantauan di Bandara Ngurah Rai berbeda kondisinya. Banyak warga negara asing yang memilih pulang lebih cepat dari jadwal liburan di Bali. Mereka khawatir Gunung Agung meletus dan mereka tidak bisa pulang ke negaranya. 

Di Terminal Keberangkatan Internasional Bandara Ngurah Rai, terjadi kepadatan penumpang yang akan meninggalkan Bali. Akibatnya, kemacetan selalu terjadi terutama menjelang malam. Namun otoritas bandara membantah terjadi eksodus warga negara asing. 

"Macet di terminal keberangkatkan internasional bukan berarti ada eksodus orang asing dari Bali. Itu masih normal. Lagi pula kalau terjadi eksodus tidak mungkin karena slot penerbangan ke berbagai negara terbatas," ujar Arie Ashanurohim, Humas PT Angkasa Pura Ngurah Rai Bali.


(ALB)